Menhub Prediksi Arus Balik Libur Tahun Baru 2020 Terjadi Mulai Besok

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 31 Desember 2019 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 31 337 2147756 menhub-prediksi-arus-balik-libur-tahun-baru-2020-terjadi-mulai-besok-Q9WNLihdlS.jpg Menhub Budi Karya di Cirebon (Foto : Okezone.com/Fathnur)

CIREBON - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut ada sekitar 150 ribu kendaraan yang belum kembali ke Jakarta dan sekitarnya, pada akhir musim libur Natal dan Tahun Baru. Ia memprediksi, ribuan kendaraan itu akan mulai kembali ke Jakarta pada esok hari, tanggal 1 hingga 5 Januari 2019.

"Jadi kurang lebih masih ada 150 ribu yang belum kembali. Dan diperkirakan akan banyak yang kembali itu besok, karena tanggal 2 itu sudah mulai masuk dan tanggal 5," kata Budi Karya kepada wartawan di Stasiun Cirebon, Jawa Barat, Selasa (31/12/2019).

Ilustrasi

Budi menerangkan, saat ini sudah ada sekira lebih dari 500 ribu kendaraan yang sudah bergerak dari Jakarta ke bagian timur. Sedangkan untuk kendaraan yang sudah kembali ke Jakarta mencapai sekitar 400 ribu. Data tersebut ia peroleh setelah melakukan analisis bersama Jasa Marga.

Menhub bahkan menyempatkan waktu untuk bermalam di Cirebon, Jawa Barat guna menginventarisir jumlah kendaraan yang hendak kembali ke Jakarta dan sekitarnya.

"Untuk arus balik, makanya saya bermalam di Cirebon karena ingin menginventarisir jumlah yang balik. Dari analisis kita yang kita lakukan bersama Jasa Marga, yang bergerak kembali ke Jakarta ke bagian timur lebih dari 500 ribu. Sebaliknya yang sudah kembali itu mendekati 400 ribu," tuturnya.

Disampaikannya, pihaknya akan menaruh perhatian lebih pada tanggal 1 dan 5 Januari 2020. Pasalnya puncak arus balik musim libur Natal dan Tahun Baru akan terjadi selama periode tersebut.

Baca Juga : Menhub Janji Bahas Lebih Detail Rencana Pembangunan Jalur Puncak II

Dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan Kakorlantas Polri serta Polda Jawa Barat untuk melakukan skema rekayasa lalu lintas yang dinamis. Apabila volume kendaraan yang melintas di Ruas Tol Jawa Barat mengalami kepadatan dan kemacetan, maka sistem contra flow dan one way akan diberlakukan.

"Saya waktu bicara dengan Kakorlantas, dengan Kapolda Jabar khususnya kita tidak boleh lengah. Tetap kita beri perhatian khususnya tanggal 1 dan 5 terjadi puncak. Oleh karena itu rekayasa lalu lintas dilakukan dengan dinamis. Dalam derajat tertentu kita normal. Kalau terjadi macet kita lakukan contra flow. Kalau macet sekali kita berlakukan one way, khususnya dari Kalikangkung ke KM tertentu," ucap dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini