nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua KPK Sebut Pencegahan Lebih Berhasil Selamatkan Uang Negara ketimbang Penindakan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 15:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 30 337 2147434 ketua-kpk-sebut-pencegahan-lebih-berhasil-selamatkan-uang-negara-ketimbang-penindakan-lNJxB7kcnH.jpg Ketua KPK Firli Bahuri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menyebut Deputi Bidang Pencegahan lebih berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara ketimbang Deputi Bidang Penindakan. Deputi Bidang Pencegahan sudah berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara hingga Rp61,5 triliun.

"Dari hasil tadi kami baca, prestasi kedeputian pencegahan, dalam rangka memberantas korupsi, dalam rangka menyelamatkan potensi kerugian negara, nilainya cukup besar jika dibandingkan dengan hasil yang dicapai dari penegakan hukum, khususnya kedeputian penindakan," kata Firli di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).

Baca Juga: Ali Fikri dan Ipi Maryati Ditunjuk Jadi Plt Jubir KPK

Firli membeberkan, dari hasil prestasi yang dicapai, Deputi Bidang Pencegahan telah menyelamatkan kerugian keuangan negara hingga Rp61,5 triliun hingga saat ini. Sedangkan Deputi Bidang Penindakan hingga proses putusan di pengadilan berkekuatan hukum tetap, baru berhasil menyelamatkan keuangan negara Rp1,74 triliun.

"Angka menunjukkan‎ penyelamatan potensi kerugian negara yang dilakukan oleh kedeputian pencegahan KPK, itu kurang lebih Rp61,5 triliun. Sementara hasil dari pendapatan negara bukan pajak, atas telah dilakukannya penegakan hukum, khususnya inkrah, pelaksanaan putusan hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, berkisar angkanya Rp1,74 triliun," ujarnya.

KPK

Mantan Kepala Badan Pemelihara Kemanan (Kabaharkam) Polri tersebut menyimpulkan bahwa KPK ebih efektif melakukan pencegahan daripada penindakan dalam penyelematan keuangan negara. Meskipun, nantinya KPK akan tetap menggalakkan fungsi penindakannya.

"Artinya, kekayaan negara yang diselamatkan karena mencegah korupsi itu lebih besar dampaknya dan hasil aset recovery daripada sekadar penindakan. Walaupun, penindakan itu kita lakukan, tetap kita galakkan, karena memang dalam struktur tugas pokok KPK yang dulunya penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan, itu ada dalam Pasal 6 huruf C, sekarang berpindah menjadi Pasal 6 huruf E," katanya.

Selain akan melakukan pencegahan dan penindakan, Firli juga berjanji akan memainkan peranan KPK daam fungsi koordinasi dan supervisi seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Hal itu, kata Firli, harua sejalan dilakukan untuk mencapai cita-cita dibentuknya KPK.

"Kita akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh instansi yang berwenang melakukan pemberantasan korupsi dan bertugas melaksanakan pelayanan publik. Maknanya adalah, kita akan terus berkoordinasi supaya upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi tetap berlanjut dan berinergi sehingga, pemberantasan korupsi yang dicita-citakan dibentuknya KPK yaitu pemberantasan korupsi yang berhasil guna dan berdaya guna bisa kita cukupkan " ucapnya.

Baca Juga: Tidak Ada Pelanggaran Administratif atau Yuridis dari Firli sebagai Anggota Polri Menjabat Ketua KPK

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini