Haul Ke-10, Inaya Wahid Kenang Pesan Gus Dur

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 28 Desember 2019 23:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 28 337 2147036 haul-ke-10-inaya-wahid-kenang-pesan-gus-dur-7b9u8G68ox.jpg Inaya Wahid Kenang Pesan Almarhum Gus Dur di Acara Haul ke 10 Mendiang Sang Ayah (foto: Okezone/M Rizky)

JAKARTA - Ketua Pelaksana Haul ke-10 sekaligus putri keempat Presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Inaya Wahid mengenang pesan mendiang ayahnya dalam acara yang digear di Jalan Warung Sila, Kelurahan Cipedak, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Inaya mengatakan, bagi Gus Dur kebudayaan amat penting bagi kehidupan manusia. Alasan itu pula Haul kali ini mengangkat tema 'Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan' yang juga diambil dari tulisan Gus Dur.

Baca Juga: Haul Ke-10, Ratusan Warga Padati Rumah Gus Dur di Ciganjur 

Buka Pameran Lukisan, Sinta Nuriyah Tatapi Lukisan Gus Dur

"Kebudayaan bagi Gus Dur adalah persoalan solidaritas. Apa yang terluka disatu bagian tubuh adalah sakit di tubuh yang lain," kata Inaya saat memberikan sambutan di acara Haul Gus Dur, Sabtu (28/12/2019).

Karena itu kata dia, Gus Dur selalu mengingatkan dirinya untuk mendengarkan lagu dangdut yang merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia.

"Apa hubungannya dangdut dengan budaya, bahwa budaya adalah soal solidaritas. Karena beliau selalu bilang dangdut. Kalau kamu mau memahami masyarakat Indonesia dengarkan lah musik dangdut," tuturnya.

Bagi Gus Dur sambung Inaya dangdut bukan sekadar soal karya. Melainkan bagian dari realisasi curahan hati, kesedihan atas berbagai kesedihan yang dihadapi sehari-hari.

"Dan ini terbukti hingga hari ini. Apa yang memeprsatukan rakyat Indonesia bukan lah agama apalagi politik. Apa yang memepersatukan kita sebagai masyarakat Indonesia tentunya patah hati. Saya yakin semua sobat paham itu," tutur Inaya yang disambut tawa dan tepuk tangan.

Lebih jauh kata Inaya mengatakan, bahwa ruang budaya adalah soal kritik, bukan hanya kritik ke pihak lain melainkan pada diri sendiri. Gus Dur sering melakukan itu, ia bisa dengan santai menertawakan dirinya sendiri.

Baca Juga: Momen Haru Pecah saat Sinta Wahid Melihat Gus Dur "Dihidupkan Kembali" 

"Joke yang baik bagi Gus Dur bukan joke yang menjatuhkan orang lain tapi yang bisa menertawakan diri sendiri. Karena itu Gus Dur sering bercerita kepada kami. Salah satu alasan beliau tiap kali mau ceramah. Selalu mulai dengan salam. Assalamualaikum," tuturnya

"Bukan karena beliau adalah kiai, tapi beliau butuh tahu, ini ada yang dateng apa enggak. Ini beliau sendiri yang cerita. Saya menyaksikan dari belakang panggung ketika beliau bilang 'ya saya tuh nggak liat, jadi saya butuh tau ini ada orangnya atau enggak," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini