Haul Ke-10, Ratusan Warga Padati Rumah Gus Dur di Ciganjur

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 28 Desember 2019 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 28 337 2147011 haul-ke-10-ratusan-warga-padati-rumah-gus-dur-di-ciganjur-EjOB7oAcHQ.jpg Gus Mus bersama sejumlah tokoh lainnya hadiri haul ke-10 Gus Dur di Ciganjur (Foto : Okezone.com/M Rizky)

JAKARTA - Ratusan warga hingga sejumlah tokoh menghadiri acara Haul ke-10 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jalan Warung Sila, Kelurahan Cipedak, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019).

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi sekira pulul 20.04 WIB, para tamu serta warga nampak memenuhi tenda yang dipasang persis di depan kediaman Gus Dur. Panggung beserta sejumlah alat musik juga siap di lokasi acara.

Tak hanya warga, sejumlah tokoh nasional juga terlihat hadir. Mereka nampak duduk dipanggung di antaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Ratusan warga padati rumah Gus Dur peringati haul kesepuluh (Foto : Okezone.com/M Rizky)

Kemudian ada pula, imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, mantan Ketua DPR RI Akbar Tandjung, Ahmad Mustofa Bisri atau yang dikenal sebagai Gus Mus, dan cendikiawan Alwi Shihab.

Dalam keterangan resminya, putri Gus Dur, Inayah Wahid mengatakan Haul kali ini berbeda dari Haul sebelumnya yakni mengangkat kebudayaan ala Gus Dur dengan tema 'Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan'.

Menurutnya, sosok Gus Dur menjadi inspirasi sekaligus pemikirannya masih sangat relevan untuk menjawab permasalahan dan tantangan bangsa Indonesia hari ini.

“Gagasan dan konsep kebudayaan Gus Dur telah menjadi rujukan penting bagi para pemikir dan pelaku budaya. Sehingga menempatkan Gus Dur pula sebagai seorang advokat budaya karena komitmennya membela kebudayaan yang tersingkirkan, “ tutur Inayah Wahid.

Baca Juga : Suka Duka Pasukan Oranye Tangani Banjir, Kedinginan hingga Temukan Mayat Hanyut

Seperti dalam konteks sosial, agama dan politik, keberpihakan Gus Dur terhadap kebudayaan yang termarjinalkan juga memiliki ruang tersendiri, yang juga turut memberi warna dan memperkaya nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan kita.

“Tema ini juga berkaitan langsung dengan quotes Gus Dur yang mengatakan Kebudayaan Melestarikan Kemanusiaan,” tambahnya.

Adapun acara ini sendiri dibagi dalam dua segmen, yaitu Rembug Budaya pada pagi tadi dan puncaknya pada malam hari ini.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini