nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heroisme Pasukan Oranye Melawan Ancaman Banjir Jakarta

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 28 Desember 2019 09:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 28 337 2146848 heroisme-pasukan-oranye-melawan-ancaman-banjir-jakarta-pO4gr1EsAf.jpg Pasukan oranye Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Wajah langit tampak muram. Udara mendadak pengap. Aroma tanah menguap ke udara. Menyelinap ke dalam rongga hidung pertanda akan turun hujan.

Dari kejauhan pasukan penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) tampak sibuk. Mereka menyiapkan alas kardus bagi pengunjung Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang hendak lalu lalang mengurus keperluannya.

Ya, kardus itu untuk alas agar mereka yang keluar masuk kantor kelurahan tidak mengotori lantai karena jalan yang basah dan becek. Mengingat Desember merupakan musim hujan.

"Biar bersih kakinya, tidak kotor ke lantai," kata Ahmad Afifi, salah seorang pasukan oranye, saat Okezone temui di lokasi.

Afifi merupakan satu dari 75 anggota pasukan oranye yang ada di Kelurahan Cipedak. Hari ini ia bersama rekan satu profesinya Adi mendapat giliran menjaga kebersihan di sana.

Tugasnya jelas memastikan agar sarana dan prasarana yang ada di kelurahan tetap terjaga kebersihannya. Afifi telah sejak pagi bekerja, kurang dari 30 menit lagi akan digantikan oleh rekannya yang masuk sore.

Lipsus pasukan oranye. (Foto: Okezone)

Di Kelurahan Cipedak, pasukan oranye dibagi dalam tiga sif. Ada yang masuk pagi pukul 07.00 WIB, siang pukul 11.00 WIB, dan malam pukul 07.00 WIB. Semuanya diawali dengan apel pasukan.

Sebagai petugas kebersihan, Afifi sangat senang. Bukan karena mendapat upah yang lumayan tinggi mengikuti UMP DKI Jakarta, melainkan kebersihan sudah menjadi bagian hidupnya. Dalam bahasa sekarang dikenal sebagai "passion".

"Saya sih enak karena rumah saya di sini, terus yang saya bersihin lingkungan saya sendiri. Saya mah dukanya enggak ada. Senang saja karena ini kan saya menjaga kebersihan, enak saja. Kalau dukanya apa ya, kerja capek ya wajar, kan kerja," tuturnya sambil tersenyum.

Di musim hujan seperti saat ini, Afifi juga tidak merasakan hambatan berarti. Di sisi lain, kawasan Kelurahan Cipedak memang bukan lokasi rawan banjir. Hanya, ia mengaku sudah tiga kali mengganti ponsel karena terkena air dalam bertugas. Namun, itu semua bukan hambatan.

Hal senada disampaikan Endang. Pria asli Sunda ini sudah empat tahun menjalani tugas sebagai pasukan oranye. Meski hari ini mendapat giliran untuk bertugas di lapangan, Endang mengaku sangat senang dan siap menjalankan tugas.

Padahal sore itu menunjukkan pukul 15.00 WIB di mana hujan begitu lebat dan petir saling menyambar. Ia tampak tekun membersihkan air yang mampet karena sampah terbawa air hujan.

"Kalau kerja mah sudah tugas kami, tapi kalau banyak petir gini, kita dari atasan juga enggak diminta, jadi mengutamakan keselamatan sesuai SOP," bebernya.

Lipsus pasukan oranye. (Foto: Okezone)

Ketika bertemu, Endang bersama dengan rekannya Sukiman. Sambil mengenakan jas hujan oranye keduanya bahu-membahu memastikan tidak adanya saluran air yang mampet. Matanya jauh melihat jalan memastikan agar tidak ada genangan air.

"Kita kontrol terus karena kan yang jadi kendala kan sampah. Jadi kita pastikan dan selalu sedia membersihkan," terangnya.

Bagi mereka bertemu hewan-hewan seperti ular dan biawak saat bertugas sebagai hal lumrah. Itu tidak menjadi ketakutan untuk tidak menjalankan tugasnya. Syukurnya sampai saat ini belum pernah ada kejadian yang membuat diantara mereka celaka.

Meski saat ini sudah masuk musim hujan, semuanya sama saja. Kemarau dan hujan hanya persoalan kondisi cuaca, namun ia keduanya memiliki tantangan dan hambatan tersendiri, meski begitu hal tersebut tidak menjadi kendala.

"Kalau itu sama saja, enggak ada kendala. Kalau hujan, khusus genangan saluran mampet, itu wajib dibersihkan. Kalau kemarau enggak ada arahan khusus, bersihin saja kerjaan rutinitas. Seperti membersihkan saluran buat antisipasi genangan, bersih-bersih lingkungan. Kalau hujan gini pohon tumbang sama genangan air," terangnya.

Pasukan oranye Kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

Sukiman juga begitu, ia tidak pernah merasa ada hambatan selama menjalani tugas. Ia ikhlas dan melakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin.

Hujan lebat tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan dedikasinya memastikan masyarakat agar tetap beraktivitas tanpa terganggu.

"Tancap saja kalau masih diperluin mah. Apalagi kalau ada genangan kita bersihin," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini