Merindukan PNS, Alasan Petugas Kebersihan Bekerja Sepenuh Hati

Wahyu Muntinanto, Okezone · Sabtu 28 Desember 2019 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 27 337 2146776 merindukan-pns-alasan-petugas-kebersihan-bekerja-sepenuh-hati-pM1j7KwWAP.jpg Petugas Kebersihan Depok (Foto: Okezone/Wahyu)

DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang Sumber Daya Air (SDA) telah siaga menyiapkan strategi menghadapi kemungkinan banjir dengan membentuk satgas banjir.

Nantinya sejumlah petugas satgas banjir SDA Kota Depok ini akan siap siaga selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang terkena musibah bencana alam diantaranya tanah longsor dan banjir.

Meskipun banyak suka duka yang dihadapi petugas dilapangan dalam menjalankan tugas, ternyata mereka juga mempunyai impian besar yang belum terwujud. Mimpi itu tak lain menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebab selama bertugas belasan hingga puluhan tahun petugas SDA Kota Depok Masih berstatus sebagai pegawai honorer.

Lipsus Petugas Kebersihan

"Harapan kami kepada Pemkot Kota Depok bisa mengangkat kita tenaga honorer ke PNS karena banyak dari kita yang bekerja belasan tahun bahkan puluhan tahun masih menjadi tenaga honorer, kami pengen ada kepastian dalam karir," ucap Ujang Asmat di kantor Dinas PUPR Kota Depok, Jumat (27/12/2019).

Ujang mengaku, walaupun menjadi tenaga honorer di bidang SDA rasa syukur tetap ia panjatkan kepada Tuhan, karena pendapatan yang diterima dirasa cukup untuk sekedar makan bersama istri dan 3 orang anaknya. Akan tetapi bekerja sebagai tenaga honor seringkali membuat dirinya tidak tenang lantaran tidak ada kepastian status pekerjaan.

Petugas Kebersihan Depok

"Kesejahtraan kalau dibilang cukup ya kita cukupi walaupun pasti ada kurangnya, kita kerja sesuai UMR aja karena sudah keputusan pemkot depok sekira 3 juta lebih. Kalau diangkat PNS kan tenang ada jaminan hari tua gak takuk habis kontrak," jelasnya.

Menjadi petugas SDA Kota Depok, Ujang mengaku banyak suka duka yang sudah dilalui olehnya. Bahkan dia sering kali diprotes oleh anak lantaran lebih mementingkan tugas ketimbang keluarga.

"Protes sama keluarga sudah biasa, barusan di protes sama anak kenapa libur gak jalan- jalan, saya jawab nanti kalau gak ada kerjaan kita liburan. Kalau istri alhamdulillah mgertiin karena saling dukung. Memang kalau tugas sama keluarga kita pentingin ketugas dulu baru keluarga," paparnya.

Selain duka, bekerja melayani masyarakat dengan menjadi petugas SDA di Kota Depok tentunya memiliki rasa suka yang tak bisa terbendung. Ujang mengaku sebagai tenaga honorer dirinya bersama petugas lainya dapat meringankan masyarakat yang terdampak bencana alam.

"Sukanya di lapangan bisa membantu masyarakat dan mereka merasa terbantu apalagi ketika terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini