nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antara Keluarga dan Tugas: Kegalauan Pasukan Kebersihan Depok

Wahyu Muntinanto, Okezone · Sabtu 28 Desember 2019 09:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 27 337 2146775 antara-keluarga-dan-tugas-kegalauan-pasukan-kebersihan-depok-q8jDOdfv1o.jpg Petugas Kebersihan Depok (Foto: Okezone/Wahyu)

DEPOK - Musim hujan sudah tiba segala persiapan pun telah dilakukan guna mengantisipasi tingginya debit air yang bisa berakibat banjir. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang Sumber Daya Air (SDA) telah siaga menyiapkan strategi menghadapi kemungkinan banjir Ibukota dengan membentuk satgas banjir.

Nur Fauzi seorang petugas satgas banjir SDA Kota Depok mengatakan sebanyak 11 regu di sebelas kecamatan di Kota Depok sudah siap mengatasi banjir, mereka dilengkapi dengan peralatan mumpuni untuk mengatasi permasalahan seperti sampah yang bisa menyumbat saluran air.

"Kalau dulu kami selalu kesulitan mengatasi banjir karena hanya dua regu petugas SDA tapi sekarang sudah ada enam regu yang tersebar di 11 Kecamatan di seluruh wilayah Kota Depok," ucapnya kepada Okezone di Kantor Dinas PUPR, Jumat (27/12/2019).

Lipsus Petugas Kebersihan

Semenjak bertugas selama 15 tahun, Ujay sapaan akrab Nur Fauzi mengaku suka duka pun sudah banyak dilalui olehnya. Bahkan tak ayal, ayah dengan 3 orang anak ini kerap kali diprotes oleh anak lantaran lebih mementingkan tugas ketimbang keluarga.

"Protes sama keluarga sudah biasa, barusan diprotes sama anak kenapa libur gak jalan- jalan, saya jawab nanti kalau gak ada kerjaan kita liburan. Kalau istri alhamdulillah ngertiin karena saling dukung. Memang kalau tugas sama keluarga kita pentingin ketugas dulu baru keluarga," tuturnya.

Sebab menurut dia, bekerja sebagai petugas SDA harus siaga selama 24 jam penuh, hal tersebut dilakukan demi menjaga masyarakat dari segala macam bencana alam yang bisa saja datang dimusim penghujan. Diantaranya banjir, tanah longsor dan lainya.

Petugas Kebersihan Depok

"Dukanya waktu musim hujan kita harus menjaga 24 jam, kadang ketika baru pulang kerja sampe rumah ada bencana alam kita harus siap siaga kembali kelapangan dalam keadaan apa pun membantu masyarakat. Hari libur ketika ada tugas seperti bencana juga harus siap," imbuhnya.

Salah satu penyebab banjir datang diwaktu musim penghujan, Ujay mengungkapkan bahwa salah satunya ialah sampah yang dibuang kedalam saluran air. Baginya kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan dalam membuang sampah pada tempatnya.

"Sampah buat dilema janganlam hitungan hari hitungan jam kita angkat ada lagi karena kurang kesadaran dari masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya bukan dikali karena saluran buat irigasi," ungkap Ujay.

Selain duka, bekerja melayani masyarakat dengan menjadi petugas SDA di Kota Depok tentunya memiliki rasa suka yang tak bisa terbendung. Ujay mengaku sebagai tenaga honorer dirinya bersama petugas lainya dapat meringankan masyarakat yang terdampak bencana alam.

"Suka duka dari dulu masih sama, sukanya di lapangan bisa membantu masyarakat dan mereka merasa terbantu apalagi ketika terjadi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini