nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demokrat Sebut Firli Tak Perlu Lepaskan Jabatannya di Polri

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 27 Desember 2019 11:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 27 337 2146530 demokrat-sebut-firli-tak-perlu-lepaskan-jabatannya-di-polri-iO2ABm0b2E.jpg Ketua KPK Firli Bahuri (Foto : Okezone.com/Harits)

JAKARTA - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai, Komjen Firli Bahuri tidak perlu mengundurkan diri dari institusi kepolisian meski sudah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Ferdinand, jika mengacu pada syarat calon pimpinan KPK Firli memang tidak sedang menjabat jabatan struktural di Polri maupun jabatan lain.

"Jadi memang kalau kembali ke kalimat ketentuan tersebut Pak Firli kan memang tidak sedang menjabat jabatan struktural atau jabatan lainnya di Mabes Polri, di kepolisian. Jadi kalau mengikuti aturan yang ada, ya memang tidak ada jabatan yang harus dilepaskan oleh pak Firli di kepolisian," tururnya kepada Okezone, Jumat (27/12/2019).

Ilustrasi

Firli sendiri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, namun ia dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri, berdasarkan surat telegram Kapolri bernomor ST/3229/XII/KEP./2019 tertanggal 6 Desember 2019.

Menurut Ferdinan posisi tersebut bukan jabatan struktural maupun jabatan lain dalam institusi kepolsian.

"Bukan (jabatan struktural itu), jabatan struktural itu contohnya kapolda, kabag, kadiv, analisis itu bukan struktural. Beliau hanya tercatat sekarang sebagai perwira tinggi aktif di kepolisian namun tidak menjabat," jelasnya.

"Jadi menurut saya memang kalau bicara ketentuannya tidak ada yang dilanggar, beliau tidak mundur dari Polri dan menjadi pimpinan KPK itu tidak ada yang dilanggar," sambung Ferdinand.

Kendati demikian, kata Ferdinand, apabila dengan adanya posisi tersebut Firli dikhawatirkan akan terjadi conflict of interest dengan institusi Polri, akan lebih baik dirinya mengundurkan diri.

Baca Juga : Pimpinan KPK Telusuri Rekam Jejak Pegawainya untuk Dijadikan Jubir

"Kalau orang bicara tentang conflict of interest kemudian nanti kalau Pak Firli menangani, contohnya kasus korupsi yang melibatkan anggota kepolisian, ya memang pilihannya lebih baik beliau untuk mengundurkan diri atau pensiun dari kepolisian," tambahnya.

"Mungkin hanya itu alasannya (Firli harus mundur) tetapi kalau bicara aturan dan ketentuan beliau tidak ada kewajiban harus mundur dari kepolsian karena syaratnya adalah melepaskan jabatan struktural atau jabatan lainnya," tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini