nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bus Sriwijaya Masuk Jurang: 35 Korban hingga Tidak Punya Trayek ke Palembang

Debrinata Rizky, Jurnalis · Jum'at 27 Desember 2019 07:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 27 337 2146467 bus-sriwijaya-masuk-jurang-35-korban-hingga-tidak-punya-trayek-ke-palembang-ZgZeTTBGgI.jpg Ilustrasi kecelakaan bus. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Bus Sriwijaya dengan berpelat nomor BD-7031-AU jurusan Bengkulu–Palembang mengalami kecelakaan terjun ke jurang di Jalan Lingkung Lematang, Kecamatan Dampo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Insiden itu terjadi pada Senin 23 Desember 2019, sekira pukul 23.15 WIB. Peristiwa tersebut berawal ketika bus yang dikemudikan oleh Fery menabrak beton dan terjun ke sungai di Liku Lematang.

Berikut ini fakta-fakta terkait kecelakaan Bus Sriwijaya di Pagaralam, sebagaimana telah Okezone rangkum, Jumat (27/12/2019).

1. Korban meninggal bertambah jadi 35 orang

Korban meninggal pada kecelakaan Bus Sriwijaya terus bertambah. Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi sebanyak 35 korban tewas dan 13 lainnya selamat.

Berdasarkan data pada Kamis 26 Desember 2019, total 35 korban tewas itu terdiri dari 16 laki-laki dan 12 perempuan. Sisanya masih dilakukan proses identifikasi. Pencarian di hari kedua ini, Tim SAR Gabungan menemukan tujuh korban meninggal.

Kecelakaan Bus Sriwijaya di Pagaralam. (Foto: Basarnas Sumsel)

Kecelakaan Bus Sriwijaya di Pagaralam. (Foto: Basarnas Sumsel)

2. Rem mendadak blong

Bus Sriwijaya tersebut terbilang sudah tua. Bus berjalan melaju dengan kecepatan tinggi saat berada di jalanan menurun.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Istiono mengatakan telah terjadi rem blong. Saat dioperasionalkan menunjukkan standar pengamanan bus tidak terpenuhi atau kondisi tidak layak operasional.

Ban belakang vulkanisir dan aus, sehingga tidak berfungsi sebagai penahan saat dilakukan pengereman atau menyebabkan kendaraan meluncur los.

3. Kondisi bus sudah tua

Kepala Operasional PO Sriwijaya Express-Pratama Bengkulu Aji Suryadi mengatakan bus tersebut dibeli pada 1999 atau sudah berusia 20 tahun. Bus itu diklaim masih laik jalan dan lolos uji KIR. Di mana Uji KIR terhadap bus tersebut telah dilakukan enam bulan lalu dan berakhir Februari 2020.

''Bus dalam kondisi laik jalan. Bus itu di beli tahun 1999. Uji KIR terakhir enam bulan lalu,'' kata Aji, Selasa 24 Desember 2019.

4. Dua insiden sebelum bus masuk jurang

Kecelakaan tunggal yang dialami Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu–Palembang ini yang pertama kali.

Sebelumnya ada dua insiden yang dialami Bus Sriwijaya itu, yakni bersenggolan dengan mobil travel yang berujung damai di tempat dan masuk ke drainase.

"Dari cerita korban yang selamat, bus sempat mengalami insiden, yakni serempetan dengan mobil lain dan masuk ke selokan," ucap Kakorlantas Mabes Polri Irjen Istiono, Selasa 24 Desember 2019.

5. KNKT identifikasi penyebab kecelakaan

Pimpinan Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, hasil investigasi di lokasi kejadian, Bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan diduga melaju dengan kecepatan tinggi.

"Sopir diduga mengemudi dengan gigi tinggi serta kecepatan tinggi saat melalui jalan menurun. Seharusnya sopir mengemudi dengan kecepatan rendah dan gigi rendah," kata Wildan.

Ia menambahkan, ketika mengemudi, sopir tidak dalam keadaan mabuk dan mengantuk. Wildan menduga Bus Sriwijaya mengalami banyak kehilangan waktu lantaran terjadi dua insiden kecelakaan kecil. Lantas sopir mengemudikan bus dengan kecepatan tinggi untuk mengejar waktu yang terbuang banyak.

6. KIR aktif dan laik jalan

Kepala Operasional PO Sriwijaya Express-Pratama Bengkulu Aji Supriadi mengatakan bus itu dibeli pada 1999. Pihaknya selalu memeriksa semua armada sebelum berangkat, termasuk Bus Sriwijaya BD-7031-AU yang jatuh ke jurang tersebut.

Ia mengemukakan surat pemeriksaan kendaraan berkala atau uji KIR bus tersebut terakhir dilakukan 6 bulan lalu. Surat uji KIR bus itu akan berakhir pada 26 Februari 2020. Kemudian dipastikan juga pajak bus dalam kondisi hidup.

7. Bus Sriwijaya tidak punya trayek ke Palembang

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan Bus Sriwijaya Express-Pratama tidak memiliki trayek ke Palembang.

Pihak perusahaan diduga telah melanggar secara administrasi. Kartu pengawas (KP) bus juga sudah tidak aktif dan masih dilakukan pengurusan perpanjangan. Sementara KIR masih berlaku.

Jika terbukti melanggar perusahaan akan dikenakan sanksi berupa pembekuan. Namun, hal tersebut akan diliat terlebih dahulu apakah ada kelalaian dari perusahaan atau tidak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini