nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjalanan Ratna Sarumpaet Sebar Hoaks, Dipenjara hingga Bebas

Maulidia, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 20:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 26 337 2146392 perjalanan-ratna-sarumpaet-sebar-hoaks-dipenjara-hingga-bebas-etfk3DNgVV.jpg Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan (Okezone.com/Heru)

JAKARTA – Ratna Sarumpaet resmi keluar penjara, Kamis (26/12/2019), setelah permohonan pembebasan bersyaratnya dikabulkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Mantan juru kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu kini sudah berkumpul bersama keluarganya.

Ratna Sarumpaet yang juga seniman teater ditahan di Lapas Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur usai divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 11 Juli 2019, karena terbukti membuat keonaran dan menyebarkan berita bohong alias hoaks.

Ibu dari artis Atiqah Hasiholan itu bebas bersyarat setelah menjalani 15 bulan penjara sejak Oktober 2018.

Berikut kilas balik kasus Ratna Sarumpaet:

1. Heboh di Media Sosial

Kasus Ratna Sarumpaet pertama ramai di media sosial. Mulanya beredar foto Ratna Sarumpaet dengan wajah bengkak, lebam dan memar di media sosial. Ratna mengaku dianiayai sekelompok orang di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018.Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet usai operasi sedot lemak (Istimewa)

Spontan saja hal itu menghebohkan publik, terlebih status Ratna Sarumpaet saat itu adalah jurkam Prabowo-Sandi yang vokal mengkritik pemerintahan Joko Widodo. Media ramai-ramai memberitakan kasus itu.

Isu Ratna Sarumpaet dianiaya langsung direspons oleh tokoh-tokoh oposisi pro Prabowo. Mereka membuat pernyataan kecamanan. Prabowo sendiri juga mengeluarkan pernyataan keras.

“Apa yang dialami Ibu Ratna ini tindakan yang di luar kepatutan, tindakan jelas melanggar HAM dan tindakan pengecut" kata Prabowo kepada pers di Jakarta, Selasa 2 Oktober 2018.

“Saya berbicara dengan beliau dan beliau masih ketakutan karena diancam terus. Kita sangat kaget, sangat prihatin dan sangat kecewa telah terjadi satu aksi kekerasan penganiayaan yang sangat kejam kepada salah satu pimpinan BPN (Prabowo) kampanye kita."

Baca juga: Banding Ditolak, Ratna Sarumpaet Tetap Dihukum 2 Tahun Bui

Belakangan polisi menginvestigasi kasus tersebut meski tanpa ada laporan resmi “penganiayaan”. Terungkaplah bahwa wajah Ratna Sarumpaet bengkak ternyata diniaya, melainkan baru selesai operasi plastik atau sedot lemak di Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet (Dok Okezone)

2. Minta Maaf

Usai kedoknya terbongkar, Ratna Sarumpaet membuat konferensi pers di rumahnya di Jalan Kampung Melayu Kecil V, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu 3 Oktober 2018, mengakui dirinya telah berbohong.

Baca juga: Ini Rencana Ratna Sarumpaet Usai Bebas dari Penjara

"Itu hanya cerita khayalan yang diberikan entah oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu," ujar Ratna.

“Saya pencipta hoaks terbaik, menghebohkan sebuah negeri."

Setelah Ratna Sarumpaet, giliran Prabowo dan tokoh pendukungnya ramai-ramai meminta maaf karena turut menyebarkan hoaks.

Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto, meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena ikut mengabarkan berita bohong yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet lantaran penganiayaan yang menimpa dirinya. Hal ini diungkapkan oleh Prabowo yang meminta maaf kepada publik.

"Saya atas nama pribadi dan tentunya pimpinan saya minta maaf kepada publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang diyakini kebenarannya," ujar Prabowo di di Kertanegara, Jakarta Selatan kala itu.Prabowo

Prabowo Subianto (Okezone)

3. Ditangkap di Bandara Soetta

Sehari setelah mengaku berbohong dianiaya, Ratna Sarumpaet berencana terbang ke Chile. Namun, polisi langsung bergerak cepat. Dia ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, menjelang take off. Kamis 4 Oktober 2018, Ratna langsung dijadikan tersangka kemudian ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

4. Divonis 2 tahun bui

Ratna Sarumpaet kemudian divonis dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 11 Juli 2019. Lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni enam tahun bui.

“Menyatakn terdakwa Ratna Sarumpaet terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran rakyat,” kata Hakim Ketua Joni dalam amar putusannya.

Ratna Sarumpaet dinyatakan terbukti melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana karena dengan sengaja menimbulkan keonaran serta Pasal 28 Ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Eelektronik.Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet saat disidang (Okezone)

Ratna Sarumpaet tak terima putusan hakim. Dia mengajukan banding. Namun, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak permohonan aktivis perempuan itu.

8. Ratna Bebas

Ratna Sarumpaet mengajukan permohonan bebas bersyarat. Kemenkumham mengabulkan. Ratna dinyatakan bebas bersyarat terhitung Kamis 26 Desember 2019.

Siang tadi, dia dijemput oleh keluarganya di Lapas Perempuan Pondok Bambu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini