nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KNKT : Kecelakaan Bus AKAP Sriwijaya Makan Korban Terbanyak Selama 2019

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 20:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 26 337 2146352 knkt-kecelakaan-bus-akap-sriwijaya-makan-korban-terbanyak-selama-2019-igqXqGaY6I.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BENGKULU - Kecelakaan Bus AKAP Sriwijaya di jalan Lintas Pagaralam - Lahat Kilometer (Km) 9, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan kecelakaan yang memakan korban terbanyak di sepanjang tahun 2019.

Di mana kecelakaan di liku Lematang Indah Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dipo Selatan Kota Pagar Alam, memakan korban jiwa sebanyak 35 orang meninggal dunia dan 13 luka-luka.

 Baca juga: Bus Sriwijaya Masuk Jurang, KNKT : Ada Prosedur yang Tak Dijalankan

Hal tersebut disampaikan, Pimpinan Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan, ketika mengecek bus di PO. Sriwijaya Express Pratama, Kamis (26/12/2019).

''Dari jumlah korban meninggal dunia, kejadian di Pagar Alam merupakan kecelakaan yang banyak memakan korban jiwa di tahun 2019,'' kata Wildan.

 bus parawisata

Penyebab kecelakaan, kata Wildan, ada 4 faktor. Seperti, teknologi, ada prosedur yang tidak dijalankan, human error dan sistem lalu lintas. Sehingga, jelas Wildan, over kapasitas dan usia bus, bukan menjadi faktor penyebab kecelakaan.

''Kecelakaan bus Sriwijaya bukan masalah over kapasitas maupun usia bus. Namun ini masalah prosedur yang dijalankan,'' terang Wildan.

 Baca juga: Bus Sriwijaya Ternyata Tak Punya Trayek ke Palembang

Kecelakaan bus Sriwijaya, terang Wildan, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, mulai dari kelas jalan. Apakah kelas III atau kelas berapa.

''Kalau jalan kelas III tidak boleh di lalui bus seperti Sriwijaya ini. Ini masih kami tanyakan dengan Dinas Perhubungan Sumatera Selatan,'' jelas Wildan.

Ditemui terpisah, Kepala Operasional Po. Srwijaya Exspress-Pratama, Bengkulu, Aji Supriyadi mengatakan, secara keseluruhan jumlah penumpang Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang, sebanyak 31 orang.

Rinciannya, 27 orang dari Kota Bengkulu dan 4 penumpang lainnya dari Po. Sriwijaya di Kabupaten Kepahiang. Penumpang tersebut memesan tiket tanpa menggunakan nama asli atau nama pemesan.

''Kalau yang beli tiket di PO. Sriwijaya ada 31 orang. Dari Kota Bengkulu 27 orang dan 4 orang di Kepahiang,'' jelas Aji.

Disinggung masalah over kapasitas penumpang di bus Sriwijaya, terang Aji, dirinya tidak mengetahui jika ada tambahan penumpang yang dinaiki oleh pengemudi atau sopir.

''Itu saya tidak tahu. Kalau data penumpang ada sama kita yang naik di PO.Sriwijaya,'' demikian Aji.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini