nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dishub: Bus Sriwijaya Tidak Ada Rekomendasi untuk Beroperasi

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 15:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 26 337 2146270 dishub-bus-sriwijaya-tidak-ada-rekomendasi-untuk-beroperasi-QmbkkpDzyP.jpg KNKT cek kondisi bus di PO Sriwijaya Ekspres Pratama (Foto: Okezone/Demon)

BENGKULU - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Darpinuddin mengatakan, bus Srwijaya terakhir dilakukan inspeksi keselamatan atau ramp check, pada tahun 2018 atau sebelum Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Secara keseluruhan, terang Darpin, Bus Sriwijaya tidak mendapatkan rekomendasi untuk beroperasi. Hal tersebut berdasarkan hasil ramp check yang sebelumnya telah dilakukan dari tim Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).

Tahun 2019, terang Darpin, dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) tidak melakukan ramp check lantaran, sebelumnya telah diketahui jika bus Sriwijaya tidak laik jalan atau tidak layak beroperasi.

Baca Juga: Bus Sriwijaya Ternyata Tak Punya Trayek ke Palembang

''Terakhir di ramp check tahun 2018. Hasilnya, semua bus tidak ada rekomendasi untuk jalan,'' kata Darpin, Kamis (26/12/2019).

Setiap kendaraan atau bus yang dilakukan ramp check, terang Darpin, dari penguji akan memberikan striker di setiap kendaraan. Sementara bus Sriwijaya sama sekali tidak ada pemasangan stiker lolos ramp check.

Pengecekan di PO Sriwijaya Ekspres Utama (Demon)

Mekipun tidak direkomendasikan untuk jalan, sampai Darpin, pihak perusahaan tetap melakukan jalan atau beroperasi. Sebab perusahaan telah mengantongi KIR dan trayek untuk jalan.

Bus yang lain jalan di Bengkulu, terang Darpin, seperti bus Antar KOta Antar Provinsi (AKAP), Putra Rafflesia dan SAN Travel. Kedua bus itu memiliki striker laik jalan.

''Kalau bus ada rekomendasi jalan maka bus akan diberi stiker dan tertempel di bus. KIR-nya ada, trayeknya ada makanya mereka tetap jalan. Sementara hasil ramp check tidak direkomendasikan untuk jalan,'' sampai Darpin.

Sementara itu, Kepala Operasional Po. Srwijaya Exspress-Pratama, Bengkulu, Aji Supriyadi mengatakan, secara keseluruhan armada bus Sriwijaya sebanyak 20 unit, 3 unit diantaranya dengan trayek Bengkulu-Palembang.

Disinggung masalah tidak memiliki trayek ke Palembang dan tidak lain jalan, Aji enggan berkomentar.

''Kalau soal itu. Silahkan dengan bos,'' kata Aji.

Pasca kecelakaan di Kota Pagar Alam, sampai Aji, managemen perusahaan menghentikan sementara operasi bus selama 7 hari kedepan. Hal tersebut lantaran perusahaan masih berduka atas musibah yang memakan korban jiwa.

''Untuk sementara ditutup 7 hari. Kalau sudah normal akan dibuka kembali,'' pungkas Aji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini