Bus Sriwijaya Masuk Jurang, KNKT : Ada Prosedur yang Tak Dijalankan

Demon Fajri, Okezone · Kamis 26 Desember 2019 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 26 337 2146207 bus-sriwijaya-masuk-jurang-knkt-ada-prosedur-yang-tak-dijalankan-zW4iGFVLvb.jpg Bus masuk jurang di Pagaralam, Sumatera Selatan (Foto: Basarnas)

BENGKULU - Pimpinan Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengatakan, hasil investigasi di lokasi kejadian, bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan diduga melaju dengan kecepatan tinggi.

Selain itu, pihaknya juga tidak menemukan jejak bekas pengereman bus Sriwijaya Express-Pratama, di Jalan Lintas Pagaralam - Lahat Kilometer (Km) 9, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Di lokasi kejadian, kata Wildan, kontur jalan menurun. Sopir diduga mengemudi dengan gigi tinggi serta kecepatan tinggi saat melalui jalan menurun. Mestinya, kata Wildan, sopir mengemudi dengan kecepatan rendah dan gigi rendah.

Baca Juga: Sebagian Bangkai Bus AKAP Sriwijaya Terbawa Arus Sungai

Jika bus melalui di jalan menurun dengan gigi tinggi, kata Wildan, bus akan mengalami overheat. Ketika hal tersebut terjadi, maka rem akan blong dan hilang kendali.

''Pengemudi seharusnya menggunakan gigi rendah dengan kecepatan rendah. Pengemudi diduga tidak sesuai dengan prosedur. Di lokasi tidak ada jejak pengereman,'' kata Wildan, Kamis (26/12/2019).

Bus masuk jurang Foto: Basarnas

Kecelakaan bus Sriwijaya, sampai Wildan, bukan masalah over kapasitas muatan. Namun, kejadian ini adanya masalah rem yang tidak bekerja. Sehingga bus Sriwijaya masuk ke jurang di liku Lematang Indah Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dipo Selatan, Kota Pagaralam.

''Mobil ini masuk jurang karena tidak bisa ngerem. Remnya blong,'' ujar Wildan.

Kecelakaan bus jurusan Bengkulu-Palembang di Pagar Alam, jelas Wildan, disebabkan ada prosedur yang tidak dijalankan. Di mana, kecelakaan dapat terjadi karena beberapa penyebab. Seperti, teknologi, ada prosedur yang tidak dijalankan, human error dan sistem lalu lintas.

''Mobil ini ada prosedur yang tidak dijalankan,'' ujar Wildan.

Baca Juga: 2 Korban Bus AKAP Sriwijaya Ditemukan, Total Ada 34 Orang Tewas

Saat ini, kata Wildan, pihaknya akan memeriksa transmisi bus Sriwijaya. Hal tersebut untuk mengetahui gigi terakhir yang digunakan ketika bus Sriwijaya mengalami kecelakaan.

''Bus belum dievakuasi ke atas. Nanti kami akan periksa transmisinya dulu. Itu untuk mengetahui gigi terakhir yang digunakan sopir bus. Kita lihat nanti,'' ujar Wildan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini