Fenomena Gerhana Matahari Cincin: Dapat Disaksikan di 25 Wilayah di 7 Provinsi

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Kamis 26 Desember 2019 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 26 337 2146150 fenomena-gerhana-matahari-cincin-dapat-disaksikan-di-25-wilayah-di-7-provinsi-XXWSdNfup4.jpg Ilustrasu gerhana matahari cincin. (Foto : Universe Today)

FENOMENA alam gerhana matahari cincin bisa disaksikan di 25 wilayah di 7 provinsi Indonesia, hari ini, Kamis (26/12/2019). Ketujuh provinsi itu meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, 25 kota/kabupaten yang ada di tujuh provinsi tersebut juga dapat menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin. Rinciannya, Sinabang dan Singkil, Aceh; Sibolga, Pandan, Tarutung, Padang Sidempuan, Sipirok, Gunung Tua dan Sibuhuan, Sumatera Utara; Pasir Pengaraian, Dumai, Bengkalis, Siak Sri Indrapura dan Selat Panjang, Riau; Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Batam, dan Bandar Seri Bentan, Kepulauan Riau; Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang, dan Putussibau, Kalimantan Barat; Tanjung Redep, Kalimantan Timur; Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Gerhana matahari cincin merupakan fenomena alam yakni saat terhalangnya hampir semua bagian tengah piringan matahari oleh piringan bulan. Saat puncak gerhana, matahari yang tampak dari belahan Bumi akan terlihat seperti cincin.

Berdasarkan data dari BMKG, gerhana ini paling awal dapat dilihat dari bagian barat bumi pertiwi, yakni di Aceh tepatnya di Simeulue dan Aceh Singkil.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh telah melakukan persiapan untuk memantau gerhana matahari cincin, salah satunya dengan memasang teleskop. Sebanyak 10 teleskop dan 500 kacamata disediakan untuk digunakan masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena alam tersebut.

gerhana matahari cincin. (Forbes)

"Kita melakukan pemantauan di sini karena memang ada sesuatu yang lebih. Berbagai persiapan telah kita lakukan jauh-jauh hari. Mudah-mudahan cuacanya bagus dan tidak ada kendala apa pun, sehingga kita bisa menyaksikan salah satu karunia Allah ini," kata Kabid Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Aceh, Hamdan, Rabu, 25 Desember 2019.

Berdasarkan data Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, gerhana matahari cincin di Aceh diperkirakan terjadi pukul 10.08 sampai 13.56 WIB atau berlangsung selama 3 jam 45 menit 52 detik.

Di kawasan Simeulue, gerhana matahari akan dimulai 10.07.06 WIB. Sementara gerhana matahari cincin terjadi pada pukul 11.53.51 WIB. Puncak gerhana matahari cincin pukul 11.55.20 dan berakhir pada 11.56.54 WIB.

Sementara itu, terkait fenomena alam ini, Kemenag Aceh dan pemerintah setempat akan menggelar salat gerhana di Masjid Baiturrahman Simeulue.

Gerhana matahari cincin juga bisa disaksikan di Bengkulu, meski hanya 80 persen. Fenomena ini diprediksi terjadi pukul 10.20 WIB. Kemudian memasuki fase puncak pada pukul 12.20 WIB. Lalu berakhir pada pukul 14.15 WIB. Total fenomena gerhana matahari cincin di Bengkulu berlangsung selama 3 jam 46 menit.

Warga Bandung, Jawa Barat, juga bisa menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin. Peristiwa ini dapat disaksikan pukul 10.46 WIB dan 14.24 WIB.

Tim Observatorium Bosscha di Kota Bandung sudah menyiapkan tempat bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena langka gerhana matahari cincin.

Ada sembilan teropong serta 100 filter mata yang disediakan untuk masyarakat. Publik diimbau tidak melihat fenomena gerhana matahari cincin ini secara langsung.

Begitu pula dengan warga Jakarta. Warga Ibu Kota bisa menyaksikan fenomena matahari cincin, meski hanya sekitar 72%.

"Di Jakarta hanya gerhana matahari sebagian dengan kegelapan 72%," kata Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kepada Okezone, kemarin.

LAPAN mengatakan, gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari. Bulan berada pada titik terjauhnya dengan bumi atau disebut apogee.

Gerhana Matahari Cincin. (Ist)

Piringan bulan akan tampak lebih kecil daripada piringan matahari dan tidak akan menutupi piringan matahari sepenuhnya. Kerucut umbra tidak sampai ke permukaan bumi dan akan terbentuk kerucut tambahan yang disebut antumbra.

Sementara itu, warga Singkawang, Kalimantan Barat, juga akan dapat menyaksikan gerhana matahari cincin. Pemkot Singkawang melakukan persiapan untuk menyaksikan fenomena alam ini. Pemkot menyediakan panggung untuk menampilkan atraksi hiburan menyambut fenomena alam ini. Selain itu, masyarakat setempat dapat menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin dengan santapan khas lokal yang disediakan.

"Ini fenomena alam luar biasa. Kota Singkawang merasa mendapat berkah, gerhana matahari cincin terjadi di Singkawang," ujar Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Sementara itu, berdasarkan data dari BMKG, durasi gerhana terlama ada di daerah Bengkalis, Riau, yakni selama 3 jam 51 menit 24,7 detik. Sementara, untuk lokasi gerhana paling sebentar berada di Merauke dengan waktu 2 jam 12 menit 11,2 detik.

Dapat Disaksikan Mata Telanjang?

Masyarakat antusias menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin. Namun, amankah jika menyaksikan fenomena gerhana matahari cincin dengan mata telanjang?

Menurut Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, fenomena gerhana matahari cincin dapat dilihat hanya dengan menggunakan mata telanjang.

"Gerhana matahari aman dilihat seperti halnya melihat matahari sehari-hari, asal berhati-hati dan jangan memaksakan diri. Mata punya mekanisme refleks terpejam kalau terlalu silau. Untuk bisa melihat matahari secara aman dan nyaman, gunakanlah kacamata matahari," kata Thomas kepada Okezone.

Meski demikian, untuk melihat gerhana matahari cincin lebih dianjurkan dengan menggunakan kacamata khusus matahari. Hal ini disebabkan karena mata manusia sulit untuk melihat cahaya yang terlalu terang, khususnya cahaya matahari.

Salat Kusuf

Umat Islam di Indonesia diimbau untuk melaksanakan Salat Kusuf saat gerhana matahari cincin berlangsung. Salat Kusuf dilakukan sebanyak dua rakaat. Salat dilakukan berjamaah dan dilengkapi dengan ceramah setelah salat dilakukan.

“Kementerian Agama mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan salat sunnah gerhana matahari atau yang disebut Salat Kusuf,” kata Plh Dirjen Bimas Islam Kemenag Tarmizi di Jakarta melalui siaran pers, Kamis (19/12/2019).

Menurut Tarmizi, pelaksanaan Salat Gerhana menyesuaikan waktu gerhana matahari di wilayah masing-masing. Diperkirakan, awal gerhana pada pukul 10.34 WIB puncak gerhana akan terjadi pada pukul 12.17 WIB dan akhir gerhana pada pukul 14.00 WIB.

“Setelah salat, Imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya,” ujarnya.

“Umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir, istigar, sedekah, dan melakukan amal kebajikan lainnya,” tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini