Polri Gandeng Pihak Terkait Tekan Angka Kecelakaan di Mudik Nataru

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 24 Desember 2019 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 24 337 2145704 polri-gandeng-pihak-terkait-tekan-angka-kecelakaan-di-mudik-nataru-WGE8OJYriM.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Memasuki masa mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) marak terjadi beberapa peristiwa kecelakaan dengan fatalitas sedang hingga tinggi di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan, pihaknya akan menggandeng pihak terkait untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Sebenarnya bukan hanya untuk polisi saja semuanya juga bersama-sama baik PO bus, sopirnya, Dishub, dan lain-lain semua ikut kerjasama jangan sampai ada kecelakaan kembali," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2019).

Ilustrasi

Kerjasama, dikatakan Argo, dapat dilakukan oleh pihak Dishub dengan cek kondisi kendaraan atau KIR. Nantinya, hal itu akan diketahui apakah kendaraan yang mengangkut penumpang tersebut laik jalan atau tidak.

"Itukan Dishub ada KIR. Kami (Polisi) teknis dilaksanakan semuanya yah," ujar Argo.

Sebelumnya, Polri mencatat setidaknya pada tiga hari atau H-3 menjelang perayaan Natal 2019, terjadi 47 kecelakaan lalu lintas. Dalam kejadian itu setidaknya 23 orang dinyatakan meninggal dunia.

Argo mengungkapkan, pada kecelakaan itu juga mengakibatkan 60 orang luka berat dan 61 orang luka ringan dengan kerugian materi lebih dari Rp100 juta.

"Hampir 50% dampak laka lantas mengakibatkan saudara kita meninggal. Ini menjadi warning buat pengendara, bahwa dampak laka lantas yang terjadi cukup fatal hingga menghilangkan nyawa," ucap Argo.

Baca Juga : Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Bus Sriwijaya Dapat Santunan Rp50 Juta

Terbaru, kecelakaan maut dialami oleh penumpang Bus Sriwijaya Mitsubhisi Fuso BM dengan plat nomor BD 7031 AU. Pasalnya, kendaraan itu mengalami kecelakaan tunggal terjun ke dalam jurang di kawasan Liku Lematang, Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Dari data sementara yang dihimpun kecelakaan maut itu mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 24 jiwa, luka berat tujuh orang, dan luka ringan sembilan orang.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini