nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kaleidoskop 2019: Ahok Curi Perhatian, Bebas Penjara hingga Jadi Komut Pertamina

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Selasa 24 Desember 2019 10:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 24 337 2145502 kaleidoskop-2019-ahok-curi-perhatian-bebas-penjara-hingga-jadi-komut-pertamina-qNjpuHNxqR.jpg Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto: Youtube)

PERJALANAN hidup Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada tahun ini bisa dibilang cukup berliku dan menarik perhatian. Dia bebas dari penjara di awal tahun, tepatnya 24 Januari 2019, setelah menjalani masa tahanan lantaran kasus penodaan agama pada 2017.

Tidak ada wawancara sama sekali ketika Ahok bebas, yang ada hanya vlog yang dibuatnya dan dimuat di channel Youtube 'Panggil Saya BTP' miliknya.

Semua tentang Ahok, mulai dari kehidupannya di dalam penjara, hingga kesibukan lainnya usai bebas, diunggahnya di channel tersebut. Dia pun "menghindar" dari hingar bingar pesta demokrasi lima tahunan, meski sahabatnya Joko Widodo alias Jokowi kembali berebut kursi presiden melawan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Ahok bersama teman-temannya selama di penjara

Sebelum dia bebas, Okezone telah mewawancarai Ima Mahdiah, mantan staf Ahok yang kini jadi Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjungan, tentang siapa pilihannya pada Pilpres 2019? Apakah setia pada kawannya, atau pindah ke Prabowo lantaran dirinya merasakan sempitnya penjara.

Kata Ima, Ahok bilang : "A Friend is Always Loyal". Ketika wawancara tersebut berlangsung, Ima masih menyimpan rahasia saat ditanya apakah dirinya akan bergabung dengan PDI Perjuangan usai bebas dari penjara seperti dirinya.

Langkah kejutan diambil Ahok pada 8 Februari 2019. Dia ke Bali untuk menyambangi kantor DPD PDI Perjuangan dan mengumumkan bahwa ia resmi jadi kader partai berlogo banteng mocong putih.

Pelbagai penilaian bertebaran. Banyak yang menilai Ahok justru akan menggerus suara Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 karena dia dicap sebagai mantan narapidana. Dan Ahok kembali mengambil langkah, yakni dengan keliling dunia bersama istri barunya dan puasa politik.

Ahok ke Korea Selatan, ke Jepang, dan beberapa negara eropa usai menikahi Putri Nastiti Devi, setelah bercerai dengan Veronica Tan. Layaknya pengantin baru pada umumnya, dia memamerkan sejumlah keindahan negara yang dikunjunginya.

Pada 9 April, Ahok sebetulnya bersuara soal pemilu, tapi dukungannya itu hanya disematakan pada Ima Mahdiah di Pileg. Di Pilpres, ia tetap tidak bersuara. Hanya timnya yang memastikan akan memilih Jokowi pada 17 April 2019. Tapi Ahok tetap nyoblos, lokasinya di TPS Osaka, Jepang.

Ahok

Ahok Masih "Sembunyi"

Pemilu usai, Jokowi-Ma'ruf terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, tapi Ahok masih "sembunyi" dari kancang politik nasional.

Kegitannya tak ada yang berbau partai politik. Yang dipamerkannya pada akun Youtubenya hanya hal ringan, seperti tips ke dokter gigi hingga menyambangi beberapa daerah di NTT dan Kalimantan.

Suara Ahok kembali terdengar agak lantang saat dimintai tanggapan soal langkah Gubernur DKI Anies Baswedan, yang mengalahkannya pada Pilkada DKI 2017, soal anggaran.

Ahok menanggapi pernyataan Anies Baswedan yang menyebut e-budgeting buatan dirinya masih menggunakan sistem "kuno" sehingga memerlurkan pengecekan oleh tenaga manusia. Tapi justru dengan adanya e-budgeting, Ahok bilang masyarakat bisa mengetahui semua pengeluaran dan pemasukan yang ada di dalam APBD.

Lebih dari itu, tidak ada lagi suara Ahok yang terus lantang memang dia belum punya jabatan.

Hingga akhirnya, pada 13 Movember 2019, Ahok dipanggil Menteri BUMN Erick Thohir. Ahok mengatakan dirinya dipanggil untuk menjadi salah satu direksi perusahaan BUMN, seiring permintaan dari Erick. Pada 25 November 2019, Erick Thohir pun mengumumkan bahwa Ahok ditunjuk jadi Komisaris Utama Pertamina.

Jokowi dan Ahok

Isu kemudian berhembus, Ahok dikabarkan dapat gaji Rp3,2 miliar per tahun. Tapi hal tersebut langsung dibantah Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra.

Soal tugas Ahok sendiri, Presiden Jokowi menjelaskan mantan partner kerjanya di DKI Jakarta itu diminta untuk bisa membantu memangkas impor migas yang mana selama ini selalu menjadi beban dari neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD). Salah satunya adalah dengan mempercepat akselerasi penggunaan dari Biodiesel 20% (B20) dan B30.

Selain itu, Jokowi juga menitipkan pesan pada Ahok agar Pertamina bisa meningkatkan produksi minyaknya (lifting migas). Karena sering kali, target lifting Migas yang dipatok pemerintah sering tak tercapai sedangkan kebutuhan dalam negeri terus meningkat.

Untuk menggenjot lifting, Jokowi meminta kepada Ahok untuk memberantas mafia migas. Karena persoalan tersebut menjadi isu yang menjadi isu hangat ketika Ahok ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

Ahok juga harus terus melakukan pembangunan kilang-kilang baru demi menggenjot produksi minyak. Bahkan dirinya meminta dalam waktu 3 hingga 4 tahun mendatang harus ada kilang baru Pertamina yang dibangun.

Ahok dan istrinya

Mendapati tugas tersebut, Ahok memilih untuk menyusuri permasalahan satu per satu agar semua masalah bisa diselesaikannya. Sejumlah permintaan wawancara dari hampir seluruh media yang ada, pun belum diresponsnya.

Sedikit kabar terkait rumah tangganya, Ahok bakal kembali dianugerahi Tuhan seorang anak. Perut sang istri yang sudah semakin membesar, anak yang didampakan itu diperkirakan tak lama lagi akan lahir.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini