Polisi Buru Otak Sindikat Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratusan Juta di Sulsel

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 23 Desember 2019 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 23 337 2145218 polisi-buru-otak-sindikat-penipuan-pinjaman-online-beromzet-ratusan-juta-di-sulsel-owGNmOu3DE.jpg Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri jumpa pers terkait penipuan pinjaman online di Sulsel, di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (23/12/2019). (Foto : Okezone.com/Puteranegara Batubara)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan pinjaman online beromzet ratusan juta rupiah oleh sindikat yang beroperasi di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dalam hal ini, polisi menciduk empat orang tersangka.

Kasubdit II Ditsiber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul mengungkapkan, pihaknya juga memburu satu tersangka lainnya berinisial RH. Bahkan, polisi telah memasukkan sosok yang menjadi 'otak' sindikat tersebut ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Dari penangkapan ini kami tetapkan 1 DPO dengan tersangka RH yang mana RH merupakan big bos sindikat ini. Kami lakukan pengejaran," kata Rickynaldo dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Polisi menangkap empat orang tersangka terkait kasus ini. Mereka adalah Abdurahman alias Ambo (28), Sandi (25), Herman (34), dan Taufik (32). Keempat tersangka ini memiliki peran berbeda.

Tersangka Abdurahman alias Ambo berperan sebagai pembuat dan pengirim SMS. Sandi berperan selaku bendahara yang mengmpulkan uang hasil kejahatan.

Polri jumpa pers terkait penipuan pinjaman online ratusan juta rupiah di Sulsel, di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (23/12/2019). (Foto : Okezone.com/Puteranegara Batubara)

Kemudian, Herman berperan sebagai marketing atau pihak yang melakukan komunikasi dengan korban, meyakinkan korban sehingga terpikat dengan komunikasi yang dibangun tersangka. Terakhir, Taufik juga berperan sebagai marketing.

"Mereka lakukan browsing dulu daftar nama perusahaan yang laksanakan jual beli online. Kemudian browsing lakukan kegiatan investasi. Browsing lakukan penjualan barang hasil itu kelihatan bahwa ada nama perusahaan di situ, dia pelajari tata cara bisnisnya. Dia pelajari apa saja di dalam perusahaan itu dia bisa ngomong ke masyarakat dia tawarkan jasa jualan barang baru lakukan aksi," tutur Rickynaldo.


Baca Juga : Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Pinjaman Online Beromzet Ratusan Juta

Atas perbuatannya para tersangka disangka melanggar Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 juncto Pasal 46 ayat (1) (2) juncto Pasal 30 ayat (1) (2) UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang ITE dan atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman 12 tahun penjara.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini