nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Potensi Industri Rempah Besar, PDIP Dukung Jokowi Bentuk Badan Riset Nasional

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 23 Desember 2019 14:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 23 337 2145177 potensi-industri-rempah-besar-pdip-dukung-jokowi-bentuk-badan-riset-nasional-wXfuOsIY8d.jpg Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat diskusi di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (23/12/2019). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyebut keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Badan Riset Nasional akan sangat mendukung upaya pengembangan industri pangan berbasis rempah di Indonesia.

"Pengembangan industri terkait rempah-rempahan di Indonesia akan semakin maju lewat riset dan penelitian yang lebih kuat," kata Hasto dalam diskusi bertema "Potensi Rempah Nusantara untuk Kemajuan Indonesia" di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Hasto menuturkan, di Rakernas I PDIP yang juga perayaan HUT Ke-47 partai, pihaknya ingin menggali dan menunjukkan betapa besarnya potensi industri pangan berbasis rempah-rempah nasional. Semua itu menjadi lebih realistis untuk dilakukan karena momentum Presiden Jokowi mendorong lahirnya Badan Riset Nasional.

Quality Director Mustika Ratu, Devita Agus menjelaskan, untuk mengembalikan status Indonesia sebagai negara produsen sekaligus eksportir utama rempah di dunia, diperlukan adanya kolaborasi antara pemangku kepentingan dari berbagai sektor.

Jelang HUT PDIP ke-47 dan Rakernas I

Di satu sisi, demi meningkatkan kualitas bahan baku rempah, sebaiknya dilakukan pengembangan lembaga riset dan peningkatan sumber daya manusia bertujuan kepada inovasi dan memiliki daya saing di pasar internasional, sehingga persyaratan standar produk sesuai dengan permintaan negara pengimpor.

Selanjutnya, perlu adanya inovasi dan kemandirian bahan baku untuk mengatasi kendala ketersediaan bahan baku kosmetik.

"Pemerintah diharapkan memberikan perhatian lebih untuk riset dan penelitian analisis bahan rempah di Indonesia dengan penyediaan instrumen, saran maupun prasarana yang memadainya," kata Devita.

Sementara itu, sejarawan rempah asal Universitas Padjajaran, Fadly Rahman, mengingatkan besarnya potensi industri rempah. Sejak zaman dahulu, kata dia, rempah bagi orang Eropa sangat penting untuk kepentingan media dan revolusi kuliner mereka. Makanya rempah menjadi awal mula kolonialisme Eropa ke berbagai penjuru dunia.

Bagi Indonesia, kata Fadly, rempah-rempah adalah bagian dari sejarah, tradisi, dan identitas bangsa yang perlu untuk dijaga serta dilestarikan biodiversitas, termasuk pelestarian pemanfaatannya.

Dia mengusulkan pemerintah membuat program yang menyebarkan pengetahuan rempah-rempah melalui sarana-sarana. Sejumlah museum atau pelaku pameran bisa digandeng untuk melaksanakannya.

Jelang HUT PDIP ke-47 dan Rakernas IJelang HUT PDIP ke-47 dan Rakernas I

Perlu juga dilakukan program edukasi terpadu di sektor pendidikan dan publik terkait pembudidayaan rempah-rempah dan pemanfaatn praktisnya untuk kesehatan dan kuliner.

Di sisi petani, pemerintah perlu memberi perhartan pada pemberdayaan langsung dan perhatian khusus terhadap pasar rempah.


Baca Juga : Alasan PDIP Angkat Tema Jalur Rempah pada Rakernas 2020

"Plus program pemberdayaan sektor industri rempah yang ditujukan untuk menjaga keberlangsungan biodiversitas ekosistem rempah. Jangan lupa juga harus dilakukan pengembangan wisata berbasis rempah-rempah," tutur Fadly.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini