nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kaleidoskop 2019: Nyawa Melayang di Jalur Bebas Hambatan

Fiddy Anggriawan , Okezone · Senin 23 Desember 2019 11:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 23 337 2145109 kaleidoskop-2019-nyawa-melayang-di-jalur-bebas-hambatan-mhqaQSDbyc.jpg Mobil Terbakar Usai Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang (foto: Ist)

JAKARTA - Kecelakaan lalu lintas di jalur bebas hambatan tiap tahun terjadi dan selalu merenggut korban jiwa. Bahkan, sepanjang 2019 tragedi kecelakaan maut terjadi di dua tol primadona di Pulau Jawa, yakni Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang).

Kecelakaan di Tol Cipali diawali saat minibus travel berisi 14 penumpang menabrak truk Fuso di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Lima penumpang travel meninggal dunia, sembilan lainnya luka berat. Peristiwa itu terjadi di kilometer 78 Tol Cipali arah Cirebon, Minggu 3 Maret 2019 dini hari.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Peristiwa ini terjadi saat minibus dengan nomor polisi E 7027 KA melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon hilang kendali dan kemudian menabrak bagian belakang truk Fuso nomor polisi BE 9069 QC. Korban meninggal masing-masing Hadi Kusno (43), sopir travel. Kemudian Istikoming (70), Muslikah (59), Muhasim (75) dan Sunargi (45).

Semuanya warga Desa Pamulihan, Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Kemudian sembilan penumpang lainnya selamat dan mengalami luka berat dievakuasi ke RSU MH Thamrin Purwakarta. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan polisi diketahui kecelakaan itu diduga akibat sopir mengantuk, sehingga kendaraan yang dikemudikannya hilang kendali‎.

Pada Senin 17 Juni 2019, tabrakan beruntun empat kendaraan di Kilometer 150 Tol Cipali arah Jakarta merenggut 12 nyawa manusia dan melukai 36 orang lainnya.

Empat kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah Bus PO Safari nomor polisi H 1469 CB; mobil Mitsubishi Expander; Toyota Innova nopol B 168 DII; serta truk Mitsubishi R 1436 ZA.

Kecelakaan Maut Bus PO Safari di Tol Cipali (foto: Istimewa)	 

Kecelakaan Maut Bus PO Safari di Tol Cipali (foto: Istimewa)

Mulanya Bus PO Safari datang dari arah Jakarta menuju Cirebon (Jalur A). Namun, tiba-tiba penumpang bernama Amsor (29) mengamuk menyerang sopir Roni Maritampubolon (37) hingga bus tak terkendali lalu menyeberang dari jalur A ke B dan menabrak tiga kendaraan lainnya.

Amsor kemudian dijadikan tersangka kecelakaan tersebut. Tapi, dia mengaku menyerang sopir karena merasa terancam.

Berlanjut, sepanjang Juli 2019 ada dua kecelakaan maut di Tol Cipali. Pertama, Jumat 19 Juli 2019 sekira jam 23.00 WIB, mobil bak terbuka Daihatsu Grand Max nomor polisi E 8609 BZ terlibat kecelakaan dengan Suzuki APV di Tol Cipali KM 154.800 dari arah Jakarta ke Cirebon. Akibat kecelakaan tersebut empat orang yang menumpang kendaraan Suzuki APV meninggal dunia dan satu orang lagi yang menaiki kendaraan bak terbuka juga tewas.

Peristiwa kecelakaan maut pada Juli 2019 yang kedua terjadi pada, Sabtu 27 Juli 2019. Tiga kendaraan, yakni truk Fuso K 1877 AC, kemudian bus B 7021 IZ, dan minibus Toyota Avanza BE 1599 AJ terlibat kecelakaan beruntun di KM 133.900 Tol Cipali, tepatnya di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Subang, Jawa Barat.

Tiga orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan tersebut. Hasil penyelidikan sementara, lagi-lagi kecelakaan terjadi diduga akibat pengemudi mengantuk. Kini polisi masih mencari keberadaan identitas pengemudi bus, karena saat petugas datang pengemudi bus sudah tidak ada di tempat kejadian.

Kecelakaan maut kembali terjadi di Kilometer 113+200, Jalur B, Tol Cipali, sekitar Kampung Haniwung, Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Minggu 1 Desember 2019, pukul 05.00 WIB.

Jenazah para korban kecelakaan di Tol Cipali dimakamkan secara massal (foto: iNews.id)

Jenazah para korban kecelakaan di Tol Cipali dimakamkan secara massal (foto: iNews.id) 

Minibus Toyota Avanza berpelat nomor B 1076 PVC menabrak truk Mitsubishi Fuso B 9556 UIO bermuatan motor. Akibatnya, enam orang di minibus meninggal di lokasi kajadian dan seorang menderita luka berat.

Keenam korban yang meninggal dunia di ruas Tol Cipali pada Minggu, 1 Desember 2019 merupakan keluarga besar yang merantau ke Jakarta. Mereka baru saja mengantar orangtuanya berangkat umrah, tapi di perjalanan malah mengalami kecelakaan maut. Mereka pun dimakamkan dalam satu liang lahat.

Sementara di Tol Cipularang, kecelakaan maut melibatkan 21 kendaraan terjadi pada 2 September 2019. Delapan orang tewas dan melukai sekira 28 orang dalam peristiwa kecelakaan di KM 91 arah Jakarta.

Kecelakan beruntun di Tol Cipularang terjadi pukul 12.30 WIB, berawal dari kecelakaan tunggal dump truk yang terbalik di jalur kanan. Saat sedang proses evakuasi ada lima kendaraan yang berhenti. Kemudian ada dump truk lagi bermuatan tanah hilang kendali karena remnya blong sehingga menabrak mobil-mobil yang sedang berhenti di depannya.

Mobil Terbakar Usai Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang (foto: Ist)	 

Mobil Terbakar Usai Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang (foto: Ist)

Selanjutnya ada 15 kendaraan yang tidak dapat menghindari truk tersebut hingga kecelakaan beruntun melibatkan 21 kendaraan tak terhindarkan. Dalam peristiwa ini sebanyak empat mobil terbakar.

Kementerian Perhubungan menurunkan tim khusus dan menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi, (KNKT) menginvestigasi faktor penyebab kecelakaan beruntun di Tol Cipularang.

Sopir dump truk ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang. Polisi juga menetapkan manajer perusahaan truk berinisial HG alias Mingming sebagai tersangka. Mingming sendiri bekerja sebagai manajer operasional pada PT JTJ selaku pengelola dump truk yang terguling di Cipularang.

Kecelakaan lain di Tol Cipularang juga pernah terjadi pada Senin 28 Januari 2019. Saat itu bus PO Bima Suci alami kecelakaan tunggal dan mengakibatkan 7 orang tewas.

Evakuasi Bus Bima Suci

Evakuasi Bus Bima Suci yang Kecelakaan di Tol Cipularang (foto: Ist) 

Awalnya bus berjalan lancar tidak ada kendala atau pun tanda-tanda akan mengalami kecelakaan. Bus tersebut juga sempat masuk ke rest area KM 72 untuk mengisi bahan bakar. Tak lama berselang, bus keluar dari rest area.

Setibanya di KM 70+400, tiba-tiba bus oleng ke kiri, lalu menabrak pembatas. Setelah itu, terguling dan jatuh ke jurang.

Jika mengulas soal kecelakaan tol sepanjang 2019, beberapa kasus juga terjadi di ruas-ruas tol yang baru diresmikan. Tol Surabaya-Mojokerto atau familiar dengan singkatan Sumo, kecelakaan maut terjadi Rabu 27 November 2019.

Bus antarkota PO Kramat Djati terguling di jalan hingga mengakibatkan tiga penumpang tewas. Sementara 20 penumpang lain luka-luka. Bus yang melaju kencang dari Jakarta menuju Surabaya terguling di ruas Jalan Tol Sumo KM718, karena pengemudi mengantuk.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Kecelakaan di Tol Sumo kembali terjadi di KM 716.500, pada Sabtu 14 Desember 2019 hingga mengakibatkan seorang penumpang tewas dan tujuh penumpang lainnya mengalami luka - luka.

Mobil minibus Toyota Kijang LGX dengan nopol B 1386 UVI melaju dari arah Surabaya menuju ke Mojokerto. Saat sesampainya di lokasi tiba-tiba mobil oleng ke kanan dan menabrak pembatas tengah jalan dan terguling. Pemicunya karena sopir Kijang LGX lelah dan mengantuk. Sehingga kurang konsentrasi dalam berkendara mengakibatkan kecelakaan.

Beralih ke Tol Trans-Sumatera, Ruas Terbanggi Besar–Bakauheni, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, ada kecelakaan mengerikan yang terjadi pada Sabtu 19 Oktober 2019. Empat korban tewas, yakni Elisabet Yoni Saptirawati (37), Hadi Prasetyo (40), Michael Dwi Suryahadi (7), dan Kris (43).

Kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan yakni truk Fuso pelat nomor BE 8794 HP dan mobil sedan BE 1230 BK. Para korban terjebak kobaran api ketika mobil sedan yang ditumpangi terbakar usai menabrak truk, sekira pukul 06.45 WIB.

Polisi menggelar olah TKP di lokasi kecelakaan maut Lampung. (foto: iNews/Heri Fulistiawan).	 

Polisi menggelar olah TKP di lokasi kecelakaan maut Lampung. (foto: iNews/Heri Fulistiawan)

Lagi-lagi, sopir mengantuk diduga menjadi penyebabnya. Pasalnya, sopir mobil sedan, Hadi Prasetyo (40), yang juga tewas dalam kecelakaan tersebut dikabarkan tidak tidur semalaman karena menghadiri acara hajatan warga.

Korban baru beristirahat pukul 04.00 WIB dan langsung mengendarai mobil di pagi hari untuk mengantar rombongan.

Itulah rentetan kasus kecelakaan maut di jalur bebas hambatan yang terjadi sepanjang 2019. Kurangnya kewaspadaan akibat mengantuk menjadi penyebab utama dari kecelakaan di jalan Tol.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini