nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Firli Cs Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi BLBI dan Century

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 21 Desember 2019 20:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 21 337 2144681 firli-cs-diminta-tuntaskan-kasus-korupsi-blbi-dan-century-Bl8FKoWpbf.jpg Pimpinan KPK periode 2019-2023. (Foto : Setkab)

JAKARTA – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid V yang dikomandoi Komjen Firli Bahuri diminta untuk menuntaskan menuntaskan kasus korupsi dengan kerugian negara yang besar, seperti BLBI dan Century.

Politikus PKS Indra menuturkan, jika Firlis cs bisa menuntaskan dua kasus itu, keraguan masyarakat akan sedikit berkurang.

"Harapan besar pemberantasan korupsi menjadi progresif. Century, BLBI, e-KTP itu salah satu (kasus yang-red) menyangkut lingkaran kekuasaan. Mudah-mudahan empat tahun ke depan (Firli cs) amanah. Tanggung jawab menanti mereka," kata Indra dalam acara Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Babak Baru KPK' di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019).

Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK 2019-2023 Resmi Dilantik

Kesempatan yang sama, politikus Gerindra Hendarsam Marantoko menjelaskan, tunggakan kasus-kasus dengan kerugian negara yang besar harus menjadi agenda utama para komisioner lembaga antirasuah yang baru saja dilantik Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, pada Jumat, 20 Desember 2019 kemarin.


Baca Juga : Mahfud MD: Dewas KPK Beri Efek Kejut, Mari Kita Dukung!

"Memang banyak tunggakan perkara besar yang menjadi agenda pokok KPK saat ini. Kasus Century itu terang benderang. Itu merupakan suatu gebrakan kalau (pimpinan-red) KPK (yang baru-red) melakukan signifikansi dalam pemberantasan korupsi," ujar Hendarsam.

Apalagi, kasus korupsi BLBI, Century, dan e-KTP disinyalir melibatkan banyak pejabat negara. Jika Firli cs mampu mengungkapnya, narasi pelemahan KPK dengan dipimpinnya Firli akan sedikit menghilang.

"Kasus BLBI itu perampokan terencana. Century itu pelaku utamanya masih belum terang. Kalau mereka bisa melakukan upaya tindakan ini saya rasa bisa menjawab," tutur Hendarsam.

Baca Juga : Firli Bahuri Sebut UU Baru Tidak Mengubah Tugas Pokok KPK

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini