nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Padamkan Karhutla, Pemerintah Rencanakan Manggala Agni Jadi PNS

Hambali, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 23:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 20 337 2144463 padamkan-karhutla-pemerintah-rencanakan-manggala-agni-jadi-pns-EXQxI17jKo.jpg Ilustrasi

TANGERANG SELATAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2019 menjadi salah satu yang menyedot atensi publik. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang Januari hingga Agustus 2019 luas kawasan hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia mencapai 328.724 hektare.

Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp66,3 triliun. Perhitungan itu berdasarkan pada kerugian karhutla di 2015 lalu yang mencapai Rp221 triliun dengan luas area sekira 3 juta hektare. Sementara, tahun 2019 hanya ada di kisaran 300 ribu hektare, sehingga jika dikalkulasikan kerugian tahun ini hanya Rp66,3 triliun.

Namun, di balik data tersebut, ribuan petugas yang memadamkan kebakaran hutan atau yang biasa dikenal dengan Brigade Manggala Agni jadi sosok yang paling dekat dengan kematian. Risiko yang besar tak sebanding dengan gaji yang diterima.

Ilustrasi

Melihat hal itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah melobi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk menjadikan Manggala Agni sebagai Pegawa Negeri Sipil (PNS).

"Saya telah berkomunikasi dan meminta perhatian dari MenPAN RB agar Manggala Agni ini bisa menjadi jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil seperti Polisi Kehutanan atau Penyuluh Ekosistem Hutan, dan lain-lain. Saat ini terdapat 1.875 personel Manggala Agni di Seluruh Indonesia. Pak Sekjen sedang mempersiapkan itu, dan saya minta bulan Januari sudah harus ada berita yang pasti soal ini," tegas Menteri Siti ketika membuka Rapat Koordinasi Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Daerah Operasi (Daops).

Menteri Siti yang bertemu dengan seluruh Manggala Agni di Indonesia tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada petugas yang tanpa lelah memadamkan api kebakaran.

"Saya sengaja mengundang pasukan Manggala Agni dari seluruh Indonesia, untuk menyampaikan rasa bangga dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasinya. Saya mau nangis rasanya mengingat masa-masa sulit yang kita hadapi di lapangan, di 2015 dan juga 2019. Meski 2019 tidak terlalu berat dibanding 2015, namun dalam pergumulan politik dan interaksi publiknya di 2019 cukup berat," ujar Siti.

Menteri Siti juga meminta Manggala Agni untuk semakin solid dengan belajar dari pengalaman panjang Karhutla. Meski ramalan BMKG, cuaca di 2020 tidak sepanas tahun sebelumnya, Menteri Siti tetap meminta semuanya waspada.

Pada Bulan Februari, katanya, beberapa wilayah yang harus diwaspadai antara lain di wilayah Sumatera bagian utara seperti Provinsi Riau, Aceh, dan Sumatera Utara yang diperkirakan akan sudah ada hotspot.

Ilustrasi

"Saya minta ini kita ikuti terus. Hal penting lainnya adalah ikuti datanya, termasuk data yang tidak valid dan tidak obyektif," kata Menteri Siti.

Hadir dalam pertemuan ini, Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Ruandha Agung Sugardiman, Direktur Pengendalian Karhutla, serta Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama lainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini