nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serangan Fajar dan Politik Identitas Dinilai Jadi Musuh Utama Pilkada 2020

Maulidia, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 23:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 20 337 2144455 serangan-fajar-dan-politik-identitas-dinilai-jadi-musuh-utama-pilkada-2020-LsAGQiE221.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak akan digelar pada 23 September 2020 mendatang. Hal ini disampaikan melalui rapat bersama yang dilakukan KPU dan Komisi II DPR untuk membahas PKPU dalam Pilkada 2020.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Wiliam Aditya Sarana mengatakan politik uang dalam pemilihan umum seperti sudah lumrah dilakukan, bahkan dianggap wajar.

"Saya pengalaman sebagai caleg berkampanye 1 tahun, jadi saya tahu betul politik uang dan sembako itu banyak dilakukan," ujar Wiliam saat dihubungi Okezone, Jumat (20/12/2019).

Wiliam menjelaskan, permasalahan dalam politik uang yang paling utama ialah, masyarakat seperti menganggap hal tersebut sebagai hal yang wajar. Ia pun mengharapkan Bawaslu dapat bertindak tegas untuk hal ini.

Ilustrasi

"Pertama bawaslu dan polisi melakukan penindakan yang tegas dan ketat pada pelaku penyerangan fajar kali ini, kedua untuk mencegah caleg memberikan uang, biaya-biaya ilegal seperti jual beli nomor urut, uang mahar, dan lain-lain dihentikan oleh oknum parpol," tegasnya.

Wiliam menambahkan, masyarakat juga harus diedukasi bahwa korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah bermula dari uang yang mereka terima saat mendapatkan serangan fajar.

Selain itu, Wiliam juga mengharapkan tak ada lagi politik identitas dalam Pilkada 2020 nanti. Menurutnya, politik identitas bisa muncul ketika masyarakat punya jiwa intoleran dalam hatinya.

"Tergantung daerahnya itu sendiri. Kalo masyarakatnya punya potensi intoleran pasti ada kemungkinan pakai politik identitas. Tapi saya yakin sejak Pilgub DKI Jakarta yang kental pakai politik identitas, masyarakat daerah lain banyak yang muak dengan politik identitas," pungkasnya.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini