nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pamer Alat Kelamin saat Video Call Wanita, Pemuda Ditangkap Polisi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 15:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 20 337 2144283 pamer-alat-kelamin-saat-video-call-wanita-pemuda-ditangkap-polisi-OHivCksN2T.jpg Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Aryo Yuwono saat rilis penangkapan pemuda pelaku pornografi di Bareskrim Polri, Jumat (20/12/2019). (Foto : Okezone.com/Puteranegara Batubara)

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku pornografi bermodus panggilan video atau video call melalui aplikasi Whatsapp. Dalam melakukan aksinya, tersangka RRW (20) menunjukkan alat kelamin ke perempuan yang menjadi korban.

"Subdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran konten pornografi melalui video call Whatsapp," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/12/2019).

Argo menjelaskan, pelaku kerap melakukan aksinya tersebut terhadap seorang korban perempuan berinisial CK. Bahkan, pelaku telah melakukan sembilan kali aksinya itu.

"Saat panggilan video call tersebut, tersangka menunjukkan alat kelaminnya dan melakukan masturbasi," ujar Argo.

Ilustrasi (Shutterstock)

Lantaran merasa resah dengan kelakuan pelaku, alhasil korban beranikan diri untuk melapor ke aparat kepolisian. Mengingat, pelaku ternyata banyak melancarkan aksi bejatnya ke korban perempuan lainnya.

"Tersangka memperoleh nomor HP korban dari daftar kontak akun Gmail teman wanita tersangka, yang juga terkoneksi dengan HP milik tersangka," ucap Argo.

Berdasarkan penuturan tersangka, ketika melakukan video call sex itu, dirinya memilih korban secara acak dari nomor yang didapatkannya tersebut.


Baca Juga : Jual Film Porno, Pria di Tanjung Priok Diciduk Buser

"Pengakuan tersangka, RRW bahwa perilaku eksibisionisme menggunakan Whatsapp video call tersebut dilakukannya sejak November 2019 dan ada 10 wanita yang menjadi korbannya. Tersangka terinspirasi dari aplikasi X**** yang sudah terinstal di HP tersangka," ujar Argo.

Atas perbuatannya tersanga disangkakan melanggar Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 29 Undang-Undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Baca Juga : Rekam Wanita di Kamar Ganti, Pegawai Toko Pakaian Ditangkap Polisi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini