nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PPATK: Penyimpanan Uang di Kasino Merupakan Modus Baru

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 14:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 20 337 2144222 ppatk-penyimpanan-uang-di-kasino-merupakan-modus-baru-VSYEyaz71n.jpg Ketua PPATK Kiagus Badarudin dan Mendagri Tito Karnavian di Kemendagri, Jakarta (foto: Okezone/M Rizky)

JAKARTA - Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Badarudin mengatakan, penyimpanan uang kepala daerah di kasino luar negeri merupakan temuan baru. Menurutnya temuan itu baru ketahuan tahun ini.

"Dalam hal ini kalau orang main kasino sudah lama, tetapi menempatkan uangnya di kasino mungkin baru terungkap sekarang," kata Kiagus di Kantor Kemendagri, Jumat (20/12/2019).

Baca Juga: Soal Uang Kepala Daerah di Kasino, Mendagri: Itu dari Intelijen 

Dalam temuan PPATK tersebut kepala daerah menyimpan uangnya di kasino dan baru akan digunakan ketika akan main. Uang tersebut disimpan dalam bentuk koin dan baru dicairkan ketika kasino tutup.

Ketua PPATK Kiagus Badarudin dengan Mendagri Tito Karnavian (foto: Okezone/M. Rizky) 

Kiagus menjelaskan, mereka yang menyimpan uang di kasino memiliki akun untuk kemudian bermain menggunakan uang yang sudah disimpan tersebut.

"Kami sudah menghubungi beberapa kepala FIU (Financial Intelligent Unit) yang ada, mitra kerja kita. Mereka menyampaikan memang cassino account ada," tuturnya.

Kiagus menambahkan, uang yang disimpan dalam kasino tersebut tidak bisa digunakan di luar, melainkan hanya di sekitaran kasino saja. "Sepanjang yang kami dapat penjelasannya yaitu jadi dia rekening itu memang bisa digunakan di sekitar itu saja," tukasnya.

Baca Juga: DPR Sebut Kasus Rekening Kasino Kepala Daerah Hanya Persoalan Moral-Etik 

Sebelumnya, Kiagus Ahmad Badaruddin menyampaikan beberapa hal tentang refleksi PPATK selama periode 2019. Dia menyebutkan, jika PPATK menemukan dugaan TPPU kepala daerah, di mana kepala daerah itu menaruh uangnya di luar negeri di sebuah rekening kasino.

"PPATK menelusuri transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga melakukan penempatan dana dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp50 miliar ke rekening kasino di luar negeri," ujar Kiagus, Jumat 13 Desember lalu.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini