Penahanannya Diperpanjang, Imam Nahrawi Titip Pesan Buat Pimpinan Baru KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 19 Desember 2019 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 19 337 2143962 penahanannya-diperpanjang-imam-nahrawi-titip-pesan-buat-pimpinan-baru-kpk-EznbvAk7eB.jpg Imam Nahrawi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tersangka kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI tahun anggaran 2018, Imam Nahrawi diperpanjang masa penahanannya. Mantan Menpora tersebut mengaku diperpanjang penahanannya hingga 20 Januari 2020

"Saya diperpanjang sampai tanggal 20 Januari 2020," ujar Imam usai merampungkan proses perpanjangan masa tahanannya di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019).

Baca Juga: Istri Eks Menpora Imam Nahrawi Kembali Dipanggil KPK

Dalam kesempatan itu, Imam menitipkan pesan untuk pimpinan baru KPK periode 2019-2023 serta Dewan Pengawas (Dewas) yang akan dilantik Presiden Jokowi, besok. Ia berharap agar Firli Cs serta Dewas KPK amanah dalam menjalankan tugasnya.

"Selamat Natal dan Tahun Baru dan selamat atas pelantikan pimpinan dan Dewas KPK yg baru, semoga bisa melaksanakan amanahnya dengan lebih sempurna, lebih baik lagi. Salam untuk semuanya ya," ucap Imam.

Saat dikonfirmasi terkait adanya aliran uang suap dari mantan Pebulutangkis Nasional Taufik Hidayat, Imam menjawab diplomatis. Ia meminta hal itu ditanyakan ke Taufik.

"Tanya ke yang bersangkutan, makasih," singkatnya.

Imam Nahrawi

Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora untuk KONI tahun anggaran 2018. Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Asprinya, Miftahul Ulum (MIU).

Baca Juga: Legislator Jakarta Fraksi PKB Dipanggil KPK untuk Penyidikan Imam Nahrawi

Imam diduga menerima suap dan gratifikasi sejumlah Rp26,5 miliar. Uang tersebut disinyalir diterima Imam dalam dua kali tahapan. Imam menerima uang pada medio 2014-2018 melalui Miftahul Ulum senilai Rp14,7 miliar dan kedua pada kisaran tahun 2016-2018 sejumlah Rp11,8 miliar.

Penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum merupakan pengembangan perkara terkait kasus dugaan suap penyaluran dana hibah pemerintah untuk KONI lewat Kemenpora.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini