Gerhana Matahari, Kemenag Imbau Umat Islam Dirikan Salat Kusuf

Kamis 19 Desember 2019 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 19 337 2143897 gerhana-matahari-kemenag-imbau-umat-islam-dirikan-salat-kusuf-gu9P3yHyoC.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Fenomena alam berupa gerhana matahari diperkirakan akan kembali terjadi di wilayah Indonesia. Berdasarkan data astronomis bahwa pada Kamis, 26 Desember 2019 betepatan 29 Rabiul Akhir 1441H, di wilayah Indonesia akan terjadi Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Sebagian.

“Seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati gerhana matahari ini,” kata Plh Dirjen Bimas Islam Kemenag Tarmizi di Jakarta melalui siaran pers, Kamis (19/12/2019).

“Kementerian Agama mengimbau umat Islam di seluruh Indonesia untuk melaksanakan salat sunnah gerhana matahari atau yang disebut Salat Kusuf,” lanjutnya.

Baca Juga: Ini Wilayah Indonesia yang Bakal Dilintasi Gerhana Matahari Cincin 

Ilustrasi gerhana matahari cincin Foto: Ist

Menurut Tarmizi, pelaksanaan Salat Gerhana menyesuaikan waktu gerhana matahari di wilayah masing-masing. Diperkirakan, awal gerhana pada pukul 10.34 WIB puncak gerhana akan terjadi pada pukul 12.17 WIB dan akhir gerhana pada pukul 14.00 WIB.

Salat Kusuf atau Salat Gerhana Matahari dilakukan dua rakaat dengan rangkaian sebagai berikut:

1) Berniat di dalam hati;

2) Takbiratul ihram seperti salat biasa;

3) Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan di-jahr-kan (perdengarkan) suaranya;

4) Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya;

5) Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

6) Setelah I’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama);

7) Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya;

8) Bangkit dari ruku’ (i’tidal);

9) Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali;

10) Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama (bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya);

11) Tasyahud;

12) Salam.

“Setelah salat, Imam lalu menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya,” ujarnya.

“Umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir, istigar, sedekah, dan melakukan amal kebajikan lainnya,” tandasnya.

Baca Juga: Ini Penjelasan Mengapa Gerhana Matahari Cincin Jarang Terlihat di Indonesia

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini