Jokowi Dianugerahi Gelar Adat Dayak Lundayeh

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 19 Desember 2019 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 19 337 2143854 jokowi-dianugerahi-gelar-adat-dayak-lundayeh-VJ0vlCU6Xa.jpg Presiden Jokowi dianugerahi gelar adat Dayak Lundayeh saat kunjungan kerja ke Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). (Foto : Biro Pers Sekretariar/Muchlis Jr)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima anugerah gelar adat Dayak Lundayeh saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019).

Sebelumnya, Jokowi lepas landas dari Bandara Internasional Juwata, Kota Tarakan, menggunakan helikopter Super Puma TNI-AU.

Setibanya di Bandara Yuvai Semaring, Kabupaten Nunukan, Presiden langsung disambut upacara adat. Setelah turun dari helikopter, Kepala Negara melakukan prosesi pemotongan rotan sebagai simbol memasuki wilayah adat Dayak Lundayeh.

Prosesi penganugerahan gelar adat kemudian dilakukan 5 orang Kepala Adat Dayak Lundayeh dengan menyematkan atribut Dayak Lundayeh berupa sigar (topi adat), rompi (baju talun dari kulit kayu), kalung manik, gelang, klupit (tas selempang), dan mandau/pelepet.

Presiden Jokowi dianugerahi gelar adat Dayak Lundayeh saat kunjungan kerja ke Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). (Foto : Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kepala Adat kemudian menyerahkan surat keputusan nama adat dan aspirasi masyarakat kepada Presiden Jokowi. Tarian adat Arang Parisanang mengiringi prosesi penganugerahan gelar adat ini.

Adapun gelar adat yang diberikan kepada Presiden Jokowi yaitu Derayen Acang Aco. Gelar ini bermakna pemimpin besar yang mampu melakukan dan mengerahkan semua tenaga dan pikirannya untuk kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran rakyatnya.

Presiden menilai gelar adat tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi dirinya. Gelar adat tersebut diberikan kepada Presiden Jokowi karena ia merupakan presiden pertama yang datang ke wilayah tersebut.

Presiden Jokowi dianugerahi gelar adat Dayak Lundayeh saat kunjungan kerja ke Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019). (Foto : Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Saya kira ini sebuah kehormatan yang sangat baik yang diberikan kepada kita karena memang ini adalah presiden yang pertama yang datang ke perbatasan di sini, di Kecamatan Krayan," kata Presiden kepada awak media, mengutip setpres.setneg.go.id.


Baca Juga : Jokowi Kaget Lihat Suasana Terminal Baru Bandara Internasional Syamsudin Noor

Gelar adat tersebut juga akan menambah motivasi Presiden Jokowi untuk terus membangun wilayah perbatasan.

"Oh pasti (menambah motivasi membangun perbatasan-red)," tuturnya.


Baca Juga : Soal Sweeping Natal, Jokowi : Konstitusi Jamin Kebebasan Memeluk dan Menjalankan Agama

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini