nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkait Muslim Uighur, Mahfud MD: Indonesia Gunakan Diplomasi Lunak ke China

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 19 Desember 2019 13:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 19 337 2143788 terkait-muslim-uighur-mahfud-md-indonesia-gunakan-diplomasi-lunak-ke-china-POXzdq8WDT.jpg Mahfud MD. (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, Indonesia akan menggunakan cara diplomasi lunak ke Pemerintah China, terkait tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Uighur di Xinjiang.

Ia menjelaskan, posisi Indonesia dalam kasus itu hanya sebagai penengah. Oleh sebab itu, dirinya percaya kalau Menlu Retno Marsudi sudah memiliki langkah-langkah yang efektif untuk mengetahui masalah yang sebenarnya terjadi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Kita punya jalan diplomasi lunak sejak dulu. Kita menjadi penengah dan mencari jalan yang baik, bukan konfrontatif gitu ya. Oleh sebab itu, nanti Bu Menlu sudah bukan menyiapkan (langkah-langkah), karena itu kasus lama," ujarnya di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).

Ia meminta kepada seluruh masyarakat Tanah Air tak langsung menjustifikasi Pemerintah China terkait kabar adanya tindakan kekerasan terhadap muslim di sana. Karena berdasarkan pengalamannya berkunjung ke China, tak pernah melihat perlakuan diskriminasi kepada pemeluk agama Islam.

Mahfud MD. (Foto: Okezone.com/Sarah Hutagaol)

"Kita harus mencoba lebih objektif melihat seluruh persoalan itu. Karena di China itu kawasan muslim kan banyak juga, bukan hanya Uighur. Saya permah ke Beijing, pernah ke tempat lain, aman-aman saja," kata dia.

Sebelumnya, Presiden RI KH Ma'ruf Amin meminta Pemerintah China bersikap lebih terbuka ihwal isu Uighur.

"Kita berharap semua pihak supaya terbukalah, termasuk China, Myanmar, kita minta lebih terbuka," ucap Ma'ruf di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Desember 2019.

Ma'ruf menegaskan, Pemerintah Indonesia selalu bersikap konsisten terhadap perlindungan hak asasi manusia (HAM). Karena itu, Indonesia mengajak semua negara, termasuk China, untuk melindungi HAM masyarakatnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini