nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jenis Serum Anti-Bisa dan Cara Kerjanya untuk Obati Korban Gigitan Ular

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 11:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 19 337 2143735 jenis-serum-anti-bisa-dan-cara-kerjanya-untuk-obati-korban-gigitan-ular-ltFXj85gQP.jpeg Ilustrasi serum anti-bisa ular (Foto : Shutterstock)

Banyaknya ular kobra yang mengintai permukiman warga, membuat banyak hal dibicarakan masyarakat. Termasuk dari sisi pengobatan yang menggunakan serum anti-bisa ular.

Sudah banyak informasi yang beredar di masyarakat mengenai kegunaan serum anti-bisa ular ini. Namun menurut pakarnya, sangat jarang informasinya disampaikan secara benar di masyarakat.

Pakar Ular Dokter Tri Maharani menjelaskan, serum anti-bisa ular ini hanya berguna untuk pengobatan kondisi sistemik akibat gigitan ular. Fase sistemik yang dimaksud yakni ketika orang sudah terkena dampak fatal, seperti kerusakan saraf, jantung, hingga kematian sistem jaringan dan otot.

"Serum kegunaanya tidak bisa untuk kekebalan karena itu bukan vaksin. Serum itu obat, jadi kalau orang digigit ular lalu mencapai fase sistemik butuh serum ini," ucap Dokter Tri Maharani saat dihubungi Okezone, Kamis (19/12/2019).

ular kobra

Di dunia, sebut dia, ada dua jenis serum anti-bisa ular yang umum digunakan, berupa polivalen dan monovalen. Tapi untuk di Indonesia serum ular yang tersedia hanyalah polivalen.

Sayangnya, menurut Dokter Tri, serum polivalen ini hanya bisa mengatasi akibat bisa gigitan ular kobra, ular welang dan ular tanah saja. Sebelumnya, dia pernah meminta tambahan serum monovalen agar bisa mengatasi berbagai jenis bisa ular.

"Sejak 7 tahun lalu saya minta ke pemerintah agar disediakan serum monovalen. Tapi karena belum diregistrasikan ke BPOM sampai sekarang," beber Dokter Tri.

ular kobra

Dokter Tri menjelaskan, cara penggunaan serum anti-bisa ular ini diinfus seperti obat injeksi. Tapi catat ya, hanya dipakai saat terjadi fase sistemik, seperti adanya kerusakan jantung hingga matinya jaringan kulit dan otot.

Kalau cuma berefek pada fase lokal, sebut Dokter Tri, Anda tak butuh menggunakan serum anti-bisa ular. Cukup melakukan first aid dengan imobilisasi yang benar saja.

"Jadi ketika tergigit ular cukup lakukan imobilisasi di rumah. Jangan dihisap, jangan diikat, jangan pakai obat tradisional karena bisa delay penyembuhannya," bebernya.

Bisa Ular

Setelah itu, pergi ke tempat pelayanan kesehatan, tidak perlu ke rumah sakit yang punya serum anti-bisa ular. Kalau memang terjadi dampak sistemik, barulah Anda datang ke rumah sakit yang menyediakan serum anti-bisa ular.

"Serum anti-bisa ular ini harus disuntikkan oleh dokter. Tidak boleh sembarangan orang yang memberikan," simpul Dokter Tri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini