nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Kritik Cara Polisi Razia Mobil Mewah di Surabaya

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 18 Desember 2019 22:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 18 337 2143612 dpr-kritik-cara-polisi-razia-mobil-mewah-di-surabaya-MYiRnaOfj3.JPG Salah satu mobil mewah Lamborghini yang disita Polda Jatim (Foto: Ist)

JAKARTA - Langkah Polda Jawa Timur (Jatim) yang melakukan penyitaan terhadap belasan mobil mewah yang terparkir di dalam rumah mendapat kritikan DPR. Terlebih pengecekan dilakukan pada jam tengah malam saat pemilik rumah tertidur.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni menilai langkah tersebut terkesan sewenang-wenang. Penyitaan mobil tengah malam menurutnya sangat kurang tepat.

“Polda Jatim melakukan tindakan sewenang-wenang dengan mendatangi rumah-rumah orang yang memiliki supercar pada jam tengah malam di saat orang sedang tertidur," kata Sahroni kepada Okezone di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Dia menjelaskan bahwa setelah diperiksa oleh polisi, mobil-mobil tersebut diketahui memiliki STNK. Namun, petugas dari Polda Jatim meminta sang pemilik untuk menunjukkan BPKB mobil tersebut yang disimpan di deposit box di bank di waktu yang tak tepat.

Baca juga: Polda Jatim Pastikan Mobil Lamborghini Berstiker ASC Bukan Milik Ahmad Sahroni

“Setelah ditanya surat-surat dan ada suratnya diberikan STNK, malah minta BPKB yang BPKB tersebut ada di deposit box bank, tapi petugas minta diperlihatkan. Masak jam 23.00 BPKB suruh ambil di bank, ya bank tutup” ujar dia.

Bahkan, politikus Partai NasDem itu berujar bahwa selain meminta BPKB, pihak Polda Jatim juga meminta membawa mobil yang diperiksa tersebut ke kantor polisi, di mana hal ini menyebabkan perdebatan di telepon karena pemilik mobil tersebut sedang tidak ada di rumah.

Mobil Mewah Disita

Baca juga: Hasil Cek Fisik, 5 Mobil Mewah di Polda Jatim Tak Teregistrasi

“Masak sudah perlihatkan STNK resmi mobil mau dibawa,” tutur Sahroni.

Selain merazia mobil mewah ke rumah-rumah, Sahroni juga menyebut bahwa mobil yang tengah diservis di bengkel pun menjadi target razia kepolisian yang langsung dibawa ke Polda Jatim.

“Saya setuju Kapolda Jatim melakukan tindakan razia, tapi dengan aturan hukum yang berlaku, jangan seenak-enaknya meresahkan masyarakat. Saya setuju tindakan Kapolda Jatim untuk menindak kendaraan yang diduga bodong, tapi kalau (memang) betul bodong,” papar dia.

Lebih jauh dia mencontohkan bahwa tindakan pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya pada awal tahun 2019 lalu. Di mana saat pemeriksaan dilakukan di jalan raya dan tidak ada mobil yang langsung dibawa ke kantor Polda Metro Jaya.

“Tindakan Kapolda Metro saat itu saya apresiasi karena melakukan tugas dengan benar. Menindak dan merazia kendaraan di jalan raya dan tidak datang ke rumah seperti layaknya mau merampok,” tandasnya.

Sebelumnya, Polda Jatim tengah gencar membidik mobil-mobil mewah yang tak taat administrasi. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, diamankannya mobil-mobil mewah tersebut terkait penyelidikan dokumen resmi kendaraan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini