Share

Jokowi Akan Tinjau Progres Pembangunan PLTA Kayan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 18 Desember 2019 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 18 337 2143584 jokowi-akan-tinjau-progres-pembangunan-plta-kayan-aZMH41tRlH.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meninjau progres pembangunan proyek PLTA Kayan Hydro Energy di Kalimantan Utara.

Kepala Negara akan meninjau lokasi pembangunan PLTA tersebut di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kecamatan Peso, Bulungan, Kalimantan Utara, pada Kamis 19 Desember 2019.

"Presiden akan berkunjung, dan meninjau lewat udara PLTA Kayan Hydro Energy di titik pembangunan infrastruktur dan bendungan I, sekitar 13.30 WITA," kata Direktur Operasional Kayan Hydro Energy Khaerony, Selasa (18/12/2019).

Adapun lokasi yang akan ditinjau dari udara itu yakni lokasi infrastruktur penunjang pembangunan PLTA Kayan Hydro Energy mulai dari kantor, mess, warehouse dan jalan.

"Kedatangan Presiden punya arti besar untuk kami. Harapannya, presiden juga memberi dukungan, paling tidak soal perizinan yang masih dalam proses untuk kami lengkapi. Kedatangan beliau juga menjadi support bagi pemprov dan masyarakat pada umumnya. Untuk perizinan, sudah hampir tuntas, sudah sekitar 90 persen saat ini," ujarnya.

Jokowi

Baca Juga: Jokowi Klaim Sudah Terbitkan 8,5 Juta Sertfikat Tanah Sepanjang 2019

Ia menambahkan, saat ini proses pembangunan infrastruktur penunjang sudah berjalan selama dua bulan. Dari total kebutuhan jalan 20 kilometer, pembangunan baru mencapai 4,5 kilometer karena hambatannya lokasi proyek terdapat gunung batu yang mesti dilakukan peledakan untuk pembangunan jalannya.

Sebanyak 12 unit alat berat telah dikerahkan mulai dari dari 7 unit ekskavator, 2 unit buldoser dan sisanya dump truck. "Alat berat ini digunakan untuk pekerjaan pembangunan badan jalan menuju bendungan 1," kata dia.

PLTA Kayan Hydro Energy dibangun di aliran sungai Kayan yang dinilai cocok untuk dibuat PLTA Kayan Hydro Energy karena debit airnya yang mencapai 1.700 meter kubik/detik. Sementara, hulu sungai ini juga ditopang oleh Taman Nasional Kayan Mentarang seluas 1,35 juta hektare.

Rencananya listrik yang dihasilakan juga untuk memasok pembangunan ibu kota negara baru di Penajam Paser Utara.

Pembangunan PLTA Sungai Kayan ditandai dengan kontrak kerja sama antara PT Kayan Hydro Energy dan Powerchina International Group yang diteken pada 31 Oktober 2018. Kemudian, pada Kamis 15 Agustus 2019 lalu, kedua perusahaan meneken pelaksanaan proyeknya.

Penandatanganan itu dilakukan di Kantor KSP, di bawah pengawalan langsung Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko. Saat itu, Moeldoko menuturkan, perjanjian yang ditandatangani meliputi tiga proyek strategis nasional di Kalimantan Utara, termasuk pembangunan PLTA Sungai Kayan.

PLTA Sungai Kayan yang dibangun di atas lahan seluas 12.000 hektare itu diproyeksikan menghasilkan kapasitas listrik sebesar 9.000 megawatt dari lima bendungan yang dibangun secara bertahap.

Bendungan pertama diproyeksi dapat menghasilkan 900 megawatt. Selanjutnya, pembangunan akan dilakukan pada bendungan kedua berkapasitas 1.200 megawatt, bendungan ketiga dan keempat yang masing-masing menghasilkan 1.800 megawatt dan bendungan kelima dengan 3.200 megawatt.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini