nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewan Pengawas Diharapkan Bisa Tutupi Kelemahan UU KPK

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Rabu 18 Desember 2019 17:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 18 337 2143491 dewan-pengawas-diharapkan-bisa-tutupi-kelemahan-uu-kpk-jHSbUaTZCk.jpg Foto: Okezone.com/Sarah

JAKARTA - Praktisi Hukum Saor Siagian berharap nama-nama yang masuk bursa dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak membuat pelemahan terhadap penyidik KPK dalam melakukan tugasnya dalam memberantas korupsi.

Hal tersebut disampaikannya usai menjadi pembicara di acara diskusi publik yang mengangkat tema 'Pemimpin Baru KPK, dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi' yang digelar Forum Lintas Hukum Indonesia.

"Dewas barangkali itu akan menutupi lubang-lubang kelemahan daripada undang-undang (UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK) itu sendiri," ucap Saor di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

 Baca juga: Pimpinan KPK Sebut Ada 300 Nomor Telepon yang Masih Disadap

"Kita minta mereka lebih proaktif tidak menunggu karena dewas, bila perlu mereka mengikuti cara-cara kerja daripada penyidik, tidak diam," tambahnya.

 Baca juga: Ketua MPR Dukung Artidjo Alkostar Jadi Dewan Pengawas KPK

Sementara itu, peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun menolak mengomentari lebih dalam terkait nama-nama yang menjadi kandidat kuat dewas KPK, karena sejak awal menolak adanya UU Nomor 19 tahun 2019.

"Artinya bagaimanapun kondisinya sampai ke bawah-bawahnya sesuatu yang tidak kita sepakati secara ide. Ya itu biarkanlah berjalan, maksud saya mau tidak mau pasti berjalan, tapi kita tetap sikapnya adalah pada yang pertama tadi," ungkap Tama dalam kesempatan yang sama.

Seperti diketahui, nama-nama yang diduga kuat menjadi calon dewan pengawas KPK adalah Mantan Hakim Agung Mahkamah Agung (MA), Artidjo Alkostar, Hakim Albertina Ho dan mantan Ketua KPK, Taufiquerachman Ruki.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini