Diminta Wiranto Mundur, Ketum Hanura OSO: Enggak Perlu Ditanggapi

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 18 Desember 2019 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 18 337 2143486 diminta-wiranto-mundur-ketum-hanura-oso-enggak-perlu-ditanggapi-2SDxsEPW7t.jpg Oesman Sapta Odang bersama pengurus Hanura menggelar konferensi pers terkait gelaran Munas Hanura (Foto: Muhamad Rizky)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) enggan menanggapi pernyataan pendiri Partai Hanura Wiranto yang meminta dirinya mundur sebagai ketua umum. 

"Enggak perlu ditanggapi," kata OSO saat konferensi pers di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

Sebelumnya, Wiranto mengungkit soal pakta integritas yang sudah disepakati antara OSO dan dirinya saat hendak maju dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura pada 2018 lalu.

"Kalau pakta integritas itu adalah yang kita ungkapkan kepada pernyataan tidak boleh mengkhianati partai, tidak boleh melakukan kebohongan-kebohongan, opsi-opsi yang bertentangan dengan AD/ART," ujarnya.

"Di luar itu, itu komitmen pribadi yang tidak menyangkut di dalam mekanisme organisasi partai. Karena partai itu punya AD/ART. Dan kekuasaan tertinggi itu adalah di Munas ini," sambungnya.

Baca Juga: Munas Hanura Hasilkan 9 Keputusan, Salah Satunya Tetapkan OSO sebagai Ketum 

Oso dan pengurus Hanura Foto: Muhamad Rizky

Wiranto menambahkan, atas kesepakatan tersebut, OSO hanya diperkenankan menjabat hingga 2019. Namun ketentuan itu, menurut Oso, tidak berlaku jika dirinya diminta kembali untuk memimpin partai.

"Itu kalau saya tidak dipilih lagi, mungkin saja saya sampai 2020 sudah selesai. Tapi saya kan dipilih dan diminta, bukan saya yang meminta, tapi saya diminta, didaulat kembali untuk memimpin partai ini, masa saya tinggalin," ujarnya.

Oso menegaskan, terpilihnya menjadi ketua umum bukan kewenangan Wiranto melainkan merupakan keputusan di dalam Munas Partai Hanura. "Munas meminta saya kembali kalau saya tidak dipercaya Munas, Munas ini dihadiri oleh seluruh Indonesia dan 514 DPC dan saya juga tidak mengusulkan bahwa saya ingin jadi ketua," ujarnya.

"Rapim mendaulat saya meminta saya untuk datang dan mengundang saya untuk datang, saya tentu harus lakukan dan harus bertanggung jawab sampai selesai Munas ini. Ternyata Munas ini meminta dan memutuskan sesuai dengan AD/ART sesuai mekanisme organisasi Partai Hanura," tuturnya.

Baca Juga: Wiranto Minta OSO Mundur dari Kursi Ketum Hanura 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini