Wiranto Minta OSO Mundur dari Kursi Ketum Hanura

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 18 Desember 2019 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 18 337 2143448 wiranto-minta-oso-mundur-dari-kursi-ketum-hanura-q69KmIu0Bf.jpg Wiranto minta OSO mundur dari kursi Ketum Hanura (Foto : Okezone.com/Muhammad Rizky)

JAKARTA - Pendiri Partai Hanura Wiranto mengingatkan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang baru saja terpilih dalam Munas Oartai Hanura III di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, mundur dari jabatannya sesuai pakta integritas yang sudah disepakati.

"Beliau (sesuai pakta integritas) hanya akan menjabat jadi ketum janjinya hanya sampai 2019, kalau itu tidak ditaati maka saudara OSO akan mengundurkan diri sebagai ketua umum Hanura," kata Wiranto saat konfrensi pers di Hotel Atlet Century, Rabu (18/12/2019).

Oesman Sapta Odang

Wiranto menceritakan, awal mula dirinya mundur dari ketua umum Hanura dan digantikan Oso karena diminta untuk menjadi Menko Polhukam oleh Presiden Joko Widodo pada 2016.

Ia kemudian menggelar Munaslub Hanura di Bambu Apus dan mengundang Oso untuk menggantikannya sebagai ketua umum. Ia juga mengaku telah merekayasa agar Oso bisa terpilih dalam Munaslub tersebut dengan beberapa catatan.

"Saya merekayasa, katakanlah memang mudah ketua umum merekayasa, dan saya buat aklamasi maka ketum terpilih OSO. Dengan catatan, nah catatan ini yang saya sampaikan saya akan bicara hati ke hati, bukan rekayasa, bukan bohong. Saksinya ada, Pak Jenderal Subagyo dan Pak Jenderal Chairuddin jadi semua mendengarkan," tuturnya.

Baca Juga : Agus Rahardjo Harap Pimpinan KPK Jilid V Lanjutkan Kasus yang Belum Tuntas

Dalam pakta integritas tersebut ada beberapa poin yang ditandatangani Oso salah satunya perihal peningkatan suara partai.

"Komitmen itu dituangkan dalam pakta integritas bukan ngarang dasarnya komitmen yang dikukuhkan dalam pakta integritas beliau tanda tangan dan Pak Subagyo tanda tangan," tukasnya.

OSO sendiri saat ini kembali terpilih dalam Munas Partai Hanura yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Oso kembali jadi ketum setelah aklamasi atas dukungan 34 DPD beserta DPC.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini