Share

Agus Rahardjo Harap Pimpinan KPK Jilid V Lanjutkan Kasus yang Belum Tuntas

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 18 Desember 2019 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 18 337 2143429 agus-rahardjo-harap-pimpinan-kpk-jilid-v-lanjutkan-kasus-yang-belum-tuntas-kxN6jQBTjz.jpg Ketua KPK Agus Rahardjo. (Foto : Okezone.com/Harits Tryan Akhmad)

JAKARTA - ‎Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo berharap pimpinan selanjutnya dapat melanjutkan kasus-kasus besar yang belum tuntas, di antaranya kasus yang menyeret Richard Joost Lino (RJ Lino) dan kasus korupsi e-KTP.

"Kan kasus yang belum selesai ada beberapa, ya contohnya Pak Lino, perhitungan kerugian negaranya menunggu itu, teman-teman dari ahli ITB, kemudian e-KTP kan belum tuntas. Jadi masih banyak yang perlu dilanjutkan‎," kata Agus usai menghadiri kegiatan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

Agus mengaku optimis dengan kepemimpinan KPK jilid V untuk menuntaskan kasus-kasus besar. "Ya harus berharap, harus optimis jangan pesimis," ucap Agus.

Ketua KPK Agus Rahardjo (Foto : Okezone.com/Puteranegara Batubara)

Lebih jauh, Agus berharap ke depannya KPK juga bisa lebih banyak mengembangkan kasus besar ketimbang harus gencar menggelar operasi tangkap tangan (OTT).

"Saya berharap mestinya ke depan itu membangun kasus yang lebih meaningfull, lebih banyak artinya dibanding OTT," katanya.

Saat ini, KPK diketahui belum merampungkan kasus‎ dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II tahun 2010 yang menjerat mantan Dirut PT Pelindo II, RJ Lino. Dalam kasus ini, KPK mengaku masih terganjal penghitungan kerugian keuangan negara.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sedangkan kasus e-KTP, KPK sebenarnya sudah menjerat 14 tersangka‎. Ke-14 tersangka tersebut di antaranya, mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman; mantan pejabat Kemendagri, Sugiharto; mantan Ketua DPR, Setya Novanto (Setnov).

Kemudian, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong; ‎mantan Dirut PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo; keponakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo; pengusaha Made Oka Masagung.

Setya Novanto. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Selanjutnya, mantan anggota DPR, Miryam S Haryani; Dirut Perum PNRI, Isnu Edhi Wijaya; Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos; serta Ketua Tim Tekhnis Tekhnologi Informasi Penerapan e-KTP, Husni Fahmi. Kesebelas orang itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Sementara tiga tersangka lainnya, yaitu Pengacara Fredrich Yunadi; Dokter Bimanesh Sutarjo, dan mantan Anggota DPR Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka merintangi atau menghalang-halangi penyidikan kasus e-KTP.

Baca Juga : Hujan Interupsi, KPK Jelaskan Soal Mandeknya Perkara Korupsi RJ Lino

Meskipun sudah menjerat 14 orang sebagai tersangka, diduga masih banyak pihak yang terlibat dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Sebab, akibat kasus itu negara dirugikan hingga Rp2,3 triliun.

Baca Juga : KPK Ajukan Banding atas Vonis Terdakwa Korupsi e-KTP Markus Nari

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini