BNPB: Banjir, Gempa Bumi hingga Erupsi Gunung Api Masih Terjadi di 2020

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 18 Desember 2019 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 18 337 2143191 bnpb-banjir-gempa-bumi-hingga-erupsi-gunung-api-masih-terjadi-di-2020-ItABE61Hel.jpg Bencana tanah longsor masih berpeluang terjadi pada 2020 mendatang (Foto: Okezone.com/Rus Akbar)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi beberapa potensi bencana yang terjadi di Indonesia pada tahun 2020. Ada sekira 489 kabupaten atau kota yang dinyatakan sebagai daerah rawan banjir ketika puncak musim penghujan tiba pada Januari 2019 mendatang.

"Puncak hujan diprediksi pada bulan Januari 2020. Potensi tinggi terjadi banjir, longsor dan puting beliung. Jumlah penduduk terpapar dari bahaya banjir sedang-tinggi sebanyak 63,7 juta jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo di kantornya, Jakarta Timur, Selasa (17/12/2019).

Ia mengaku telah membentuk tim di empat area untuk mitigasi bencana dalam menanggulangi banjir dan longsor nanti.

"Jadi ada area Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara ada timnya dari BNPB dibentuk ada koordinatornya. Wilayah 2 ada Sulawesi, Kalimantan, NTT, ada timnya. Di Sumatera ada timnya, di Jawa-Bali juga ada timnya. Jadi wilayahnya ada empat, BNPB ditugaskan untuk memonitoring, mengawasi, dan menyiapkan (antisipasi bencana banjir dan tanah longsor-red)," katanya.

Tak hanya bencana bencana hidrometeorologi yang akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia, kata dia, melainkan juga ada daerah yang rawan gempa bumi dan erupsi gunung api. Dalam catatan BNPB teridentifikasi ada 295 sesar aktif, yang berada di Pulau Jawa sebanyak 37; Sulawesi 48; Papua 79; Nusa Tenggara dan Laut Banda 49.

"75 kabupaten/kota di Indonesia berada di daerah bahaya sedang-tinggi erupsi gunung api. Sebanyak 127 gunung api aktif dan ada 3,5 juta penduduk terpapar bahaya sedang tinggi dari erupsi gunung api tersebut," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini