Rekening Kasino Kepala Daerah, Kemendagri Tak Bisa Masuk Ranah PPATK

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 17 Desember 2019 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 337 2143161 rekening-kasino-kepala-daerah-kemendagri-tak-bisa-masuk-ranah-ppatk-agr2xAEkuK.jpg Kapuspen Kemendagri Bahtiar

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menegaskan tak bisa memasuki ranah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terutama terkait pengecekan kepala daerah yang diduga memiliki rekening kasino di luar negeri. Hal ini erat kaitannya dengan data dan analisis PPATK yang bersifat rahasia sesuai UU.

“Hasil penelusuran PPATK itu bersifat rahasia, apalagi yang menyangkut dan berkaitan dengan rekening perorang ya, masalah perbankan. Jadi hasil penelusuran atau temuan dari PPATK itu hanya untuk konsumsi PPATK dan aparat penegak hukum. Kami pun Kemendagri tidak bisa masuk wilayah seperti itu,” kata Kapuspen Kemendagri, Bahtiar, dalam keterangan persnya, Selasa (17/12/2019).

 Ilustrasi

Sebagaimana diketahui, hasil analisis dari PPATK merupakan informasi yang bersifat rahasia menurut Pasal 10A dan 17A Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Bagi PPATK maupun pihak-pihak yang mendapatkan informasi tersebut dikenakan sanksi, apabila menyampaikan informasi kepada pihak-pihak yang tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang tersebut. Dengan kata lain, hanya aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan untuk menerima informasi hasil analisis dari PPATK.

Ditambahkannya, Kemendagri tidak dapat melakukan tindakan maupun pemberian sanksi kepada kepala daerah sepanjang belum inkracht atau berkekuatan hukum tetap terbukti bersalah di pengadilan.

Baca Juga : Identitas Kepala Daerah yang Miliki Rekening Kasino Sudah Diketahui KPK

“Kemendagri sendiri tidak memberikan tindakan apapun kepada kepala daerah sepanjang tidak ada bukti hukum yang menyatakan kepala daerah bersalah oleh hukum, pengadilannya sampai inkracht, berkekuatan hukum tetap, baru seorang kepala daerah bisa diberhentikan,” jelasnya.

Karena itu, Kemendagri menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan kepemilikan rekening kasino kepala daerah di luar negeri kepada PPATK dan aparat penegak hukum.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini