Kasus Suap Jual-Beli Fasilitas, Eks Kalapas Sukamiskin Diperiksa KPK

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 17 Desember 2019 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 337 2142834 kasus-suap-jual-beli-fasilitas-eks-kalapas-sukamiskin-diperiksa-kpk-W1hJtsE7sC.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Lapas (Kalapas) Klas 1 Sukamiskin, Bandung, Surung Pasaribu terkait dengan kasus dugaan suap jual-beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.

Sedianya, Surung akan diperiksa sebagai untuk melengkapi berkas tersangka Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar.

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

 Baca juga: KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap Jual-Beli Fasilitas Lapas Sukamiskin

KPK melakukan pengembangan terkait dengan kasus dugaan jual-beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Mengingat, dalam dalam proses penyelidikan pihaknya menemukan adanya keterlibatan pihak lain.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah, Wahid Husen dan Deddy Handoko yang merupakan mantan Kalapas Sukamiskin, terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan Alm Fuad Amin.

Untuk tersangka Alm Fuad Amin saat ini telah meninggal dunia dalam proses penyidikannya. Sehingga, tuntutan pidana pada Alm Fuad Amin dihentikan lantaran meninggal dunia.

 Baca juga: KPK Periksa Auditor Kemenkumham Terkait Suap Izin Keluar Lapas Sukamiskin

Dalam proses penyidikan ini, KPK menduga bahwa telah terjadi pemberian beberapa mobil mewah dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin ketika itu.

Pemberian dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin itu diduga kuat agar warga binaan mendapatkan fasilitas yang mewah dan bebas keluar masuk dari balik jeruji besi.

Dalam perkara ini, Wahid Husen dan Deddy Handoko disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Lalu, untuk Wawan dan Alm Fuad Amin dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan, Rahadian disangkakan melanggar disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini