Jadi Tersangka di KPK, Kemenag: Undang Sumantri Sudah Diberhentikan sejak 2013

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 17 Desember 2019 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 337 2142828 jadi-tersangka-di-kpk-kemenag-undang-sumantri-sudah-diberhentikan-sejak-2013-SZAeByNzRA.jpg Gedung Kemenag. (Foto : Dok Kemenag)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Undang Sumantri (USM) sebagai tersangka dalam kasus dugaan Pengadaan Barang Jasa di Lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2011.

Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Ali Rokhmad, memastikan Undang Sumantri sudah diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 2013.

“Pak Undang sudah diberhentikan dengan SK Pemberhentian Tidak Dengan Hormat tertanggal 10 Januari 2013,” ucap Ali di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Menurut Ali, jabatan terakhir Undang Sumantri adalah Kepala Bagian Umum Ditjen Pendidikan Agama Islam. Pemberhentian Undang berawal dari Laporan Hasil Akhir (LHA) pemeriksaan yang direkomendasikan Itjen Kementerian Agama pada September 2012, berkaitan dengan permasalahan hukum yang dijalaninya pada saat itu.

“Saat itu Itjen Kemenag merekomendasikan pembebasan dari jabatan selama 3 tahun dan mengembalikan uang negara,” ujarnya.

“LHA Itjen Kemenag ini kemudian dibawa ke sidang Dewan Pertimbangan Kepegawaian pada 28 Desember 2012 dan ditetapkan pemberhentian dengan tidak hormat,” tuturnya.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief. (Foto : Okezone.com)

Sebelumnya, KPK menetapkan eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam (Pendis), Undang Sumantri sebagai tersangka dalam kasus Pengadaan Barang Jasa di Lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2011.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan, penetapan ini merupakan pengembangan perkara kasus proyek pengadaan Alquran dan alat laboratorium Madrasah Tsanawiyah yang menjerat tiga orang ketika itu. Mereka adalah Dzulkarnaen Djabar, Dendy Prasetia, dan Fahd El Fouz.


Baca Juga : Eks PPK Ditjen Pendis Ditetapkan Jadi Tersangka Suap Pengadaan Alquran

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dan meningkatkan perkara ke penyidikan kasus tindak pidana korupsi," kata Syarif dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 16 Desember 2019.

Baca Juga : KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap Pengadaan Barang di Kemenag

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini