Kubu Novel Baswedan Ragu Kabareskrim dan Kapolri Baru Tuntaskan Kasus Penyiraman

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 17 Desember 2019 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 337 2142781 kubu-novel-baswedan-ragu-kabareskrim-dan-kapolri-baru-tuntaskan-kasus-penyiraman-fnwTJjSRRF.JPG Novel Baswedan. (Foto : Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA – Kuasa hukum Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa, mengaku ragu Kapolri dan Kabareskrim baru bakal menuntaskan kasus teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Alghif meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mengusut kasus Novel Baswedan ketimbang menunggu kepastian dari Polri. Sebab, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Polri terkait perkembangan kasus Novel.

"Sepanjang tidak ada TGPF independen yang dibentuk oleh Presiden, akan sulit bagi kepolisian untuk mengungkap kasus ini, meskipun berganti Kapolri dan Kabareskrim," kata Alghiffari kepada Okezone, Selasa (17/12/2019).

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta kepada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk segera mengungkap kasus teror Novel Baswedan dalam hitungan hari. Jokowi mengaku sudah mendapat laporan dari Idham Azis terkait perkembangan kasus ini.

Perkembangan kasus ini, dikatakan Jokowi, sudah sampai ke tahap kesimpulan. Oleh karena itu, Presiden meminta tim yang fokus menyelesaikan kasus Novel Baswedan segera mengumumkan siapa pelakunya.

Kapolri Jenderal Idham Azis. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

Namun, sudah seminggu Presiden Jokowi memberikan perintah tersebut, jajaran Polri belum juga mengumumkan hasil perkembangan kasus Novel ke publik. Polri justru mengatakan tidak ada batas waktu untuk mengungkap kasus Novel.

Alghiffari menekankan sudah seharusnya Polri mengumumkan hasil perkembangan kasus Novel Baswedan‎. Ia menilai Polri sengaja tidak mau membuka kasus itu ke publik karena ada dugaan keterlibatan orang-orang kuat di Korps Bhayangkara.

"Sudah bisa ditebak. Sudah seharusnya tidak ada batas waktu lagi. Permasalahannya bukan kepolisian tidak mau (mengungkap kasus Novel), tapi ada orang kuat‎ di kepolisian yang diduga terlibat," ucapnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini