nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fasilitasi Petani Kakao, Bea Cukai Bali Nusra Serahkan Sertifikat Fasilitas KITE-IKM

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 16:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 16 337 2142540 fasilitasi-petani-kakao-bea-cukai-bali-nusra-serahkan-sertifikat-fasilitas-kite-ikm-eBNeGP8a4w.jpg Foto: Bea Cukai

BADUNG – Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bea Cukai tidak semata-mata hanya melindungi masyarakat dari penyelundupan barang ilegal dan mengumpulkan penerimaan negara. Bea Cukai juga memiliki tugas dan fungsi untuk memberikan fasilitas kepabeanan dan cukai bagi pelaku industri, termasuk industri kecil dan menengah.

Sinergi antara Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT (Kanwil Bea Cukai Bali Nusra) bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) berhasil memfasilitasi para petani kakao dari Desa Nusasari, Kabupaten Jembrana yang menjadi Desa Devisa yang mengekspor biji kakao fermentasi ke Perancis, Jepang, dan Belgia.

Dalam kesempatan yang sama, di acara peresmian Desa Kakao Devisa, Kepala Kanwil Bea Cukai Bali Nusra, Hendra Prasmono menyerahkan sertifikat fasilitas Kepabeanan dan Cukai KITE-IKM kepada Koperasi Kerta Semaya Samaniya yang merupakan sentra pengembangan bagi petani Kakao di Desa Nusasari.

Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan apresiasi terhadap Desa Devisa, Desa Nusasari yang berkontribusi dan mengambil bagian dalam rantai pasokan ekspor global, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Melihat kontribusi yang diberikan oleh Desa Nusasari melalui Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Bea Cukai tentunya tidak ingin berdiam diri. Bea Cukai turut serta memberikan kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan ekspor.

“Bea Cukai telah terjun langsung dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam memfasilitasi perdagangan, dengan memberikan asistensi berkelanjutan kepada Koperasi Kerta Semaya Samaniya selaku penerima fasilitas KITE-IKM mulai dari pengurusan nomor induk berusaha (NIB) melalui online single submission (OSS), hingga pengurusan ekspor produk biji kakao fermentasi,” ungkap Hendra.

Hendra berharap, kelak Koperasi Kerta Semaya Samaniya mengurus ekspornya dengan nama sendiri yang nantinya sangat penting untuk pencatatan statistik ekspor Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana.

KITE-IKM adalah fasilitas kemudahan Impor Tujuan Ekspor yang diberikan kepada pelaku usaha kecil menengah berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

Melalui fasilitas KITE-IKM, Koperasi Kerta Semaya Samaniya dapat mengimpor pengemas dari India dengan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang tidak dipungut. Dengan fasilitas ini, harga karung yang awalnya harus dibeli seharga Rp38.000/buah di pasaran lokal, setelah mendapatkan fasilitas KITE-IKM, bahan pengemas tersebut dapat diimpor dengan harga Rp11.000/buah.

Selisih harga ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Desa Nusasari dan operasional Koperasi Kerta Semaya Samaniya.

“Hal ini dapat memangkas biaya produksi karena tidak ada tambahan pembebanan biaya untuk bea masuk dan pajak dalam rangka impor,” tambah Hendra.

Dengan diberikannya fasilitas KITE-IKM kepada Koperasi Kerta Semaya Samaniya yang merupakan penerima fasilitas KITE-IKM ke-15 di Pulau Bali, diharapkan pasar biji kakao fermentasi dari Desa Nusasari dapat memperluas lagi pasarnya.

Bea Cukai sebagai salah satu institusi di bawah Kementerian Keuangan akan sepenuh hati berkomitmen untuk turut serta memberikan fasilitasi dalam rangka memajukan industri dalam negeri.

“Ke depannya sinergi yang telah berjalan dengan sangat baik ini agar dapat diteruskan, makin banyak bermunculan desa-desa devisa lain di Bali dan provinsi lain di Indonesia,” tutupnya. (adv) (wil)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini