nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Kesehatan, Status Kivlan Zen Dialihkan Jadi Tahanan Rumah

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 12:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 16 337 2142397 alasan-kesehatan-status-kivlan-zen-dialihkan-jadi-tahanan-rumah-rlB6p9Dz5t.jpg Kivlan Zen. (Foto: Okezone.com/M Rizky)

JAKARTA - Penahanan terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen dialihkan dari rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah. Pengalihan tahanan Kivlan berlaku sejak 12 Desember 2019 sampai 26 Desember 2019.

Pengalihan status penahanan ini dibenarkan oleh pengacaranya, Tonin Tacha. "Iya benar, sekarang jadi tahanan rumah sejak 12 Desember," kata Tonin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (16/12/2019).

Tonin menjelaskan, pengalihan itu sendiri berdasarkan keputusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan alasan kesehatan, yang sebelumnya telah dimohonkan oleh tim pembela hukum Kivlan, pada 30 September 2019.

Tonin juga mengatakan Kivlan diberikan izin untuk memeriksa kesehatannya dua kali dalam seminggu untuk melakukan program fisioterapi.

Kivlan Zen. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

"Setiap hari Selasa dan Kamis melakukan program fisioterapis namun tetap dikawal oleh pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," ucapnya.

Namun demikian, proses hukum Kivlan sendiri masih tetap berjalan. Tonin memastikan kliennya itu akan tetap patuh akan hukum apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam persidangan.

"Masih, hari ini jam 13.00 WIB nanti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," kata dia.

Diketahui sebelumnya, penahanan Kivlan juga semoat dibantarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menjalani pengobatan dan rawat inap di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Pembantaran itu berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 960/Pen.Pid.sus-TPK/2019/PN.Jkt .PST.

Kivlan sendiri merupakan terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal. Ia didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomir 12/drt/1951 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 56 ayat (1) KUHP.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini