nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Mintai Keterangan Dirut PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 16 Desember 2019 10:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 16 337 2142340 kpk-periksa-dirut-pt-garuda-maintenance-facility-aero-asia-t43MipElOU.jpg Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Dok Okezone/Puteranegara Batubara)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Iwan Joeniarto terkait kasus suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 di PT Garuda Indonesia.

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, Iwan akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan direktur teknik dan pengelola armada PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno.

Baca juga: KPK Bakal Kejar Aliran Uang Rp100 Miliar ke Pejabat Garuda Indonesia 

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Secara paralel, penyidik lembaga antirasuah turut melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi lain. Masing-masing adalah VP Corporate Secretary and Investor Relations PT Garuda Indonesia, Hengki Heriandono.

Baca juga: Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia Segera Disidang 

Lalu mantan EVP Human Capital and Corp SUPP Service PT Garuda Indonesia, Heriyanto Agung Putra; dan Corporate Secretary and Legal PT HM Sampoerna Tbk sekaligus mantan Corporate Secretary and Legal PT Garuda Indonesia, Ike Andriani.

"Mereka juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama," ujar Febri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Emirsyah Satar; Beneficial Owner Connaught Intenational Pte Ltd sekaligus pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo; serta mantan direktur teknik dan pengelola armada PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno.

Emirsyah Satar sendiri diduga menerima sejumlah uang dari Soetikno Soedarjo yang juga diduga sebagai perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.

Baca juga: KPK Panggil Politikus PAN Chandra Tirta Wijaya Terkait Kasus Pesawat Garuda 

Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Dari pengembangan sementara, Emir menerima 1,2 juta euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Kemudian ada barang yang diterima senilai USD2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Emir juga kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baca juga: Komisaris PT Garuda Indonesia Dipanggil KPK Terkait Suap Pengadaan Pesawat 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini