Share

Waspadai Ancaman Teror Pelaku Tunggal saat Natal dan Tahun Baru 2020!

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 16 Desember 2019 07:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 16 337 2142265 waspadai-ancaman-teror-pelaku-tunggal-saat-natal-dan-tahun-baru-2020-c5OaNut2GK.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Polri diminta meningkatkan kewaspadaan sekaligus pengamanan terhadap ancaman teror dari sel-sel jaringan teroris yang memanfaatkan momentum Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Terutama lewat aksi pelaku tunggal.

Hal itu disampaikan pengamat terorisme dari Institute Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi. Ia memprediksi potensi teror saat Nataru tetap tinggi karena sel-sel jaringan teroris di Indonesia masih banyak yang aktif.

Baca juga: 198 Ribu TNI-Polri Amankan Natal dan Tahun Baru 2020

"Meskipun penangkapan terhadap orang-orang yang diduga (teroris) menjadi bagian dari jaringan paham kekerasan ekstrem, teror masih menjadi ancaman serius di Indonesia," ujar Khairul kepada Okezone, Senin (16/12/2019).

 Ilustrasi

Menurut Khairul, jaringan teroris yang berpotensi mengancam perayaan Nataru sudah teridentifikasi oleh Polri maupun lembaga-lembaga lainnya. Kendati demikian, Khairul meminta agar Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) mewaspadai adanya ancaman dari para teroris pelaku tunggal.

Baca juga: Mahfud MD Minta Antisipasi Teror hingga Aksi Intoleran Jelang Nataru

"Bukan berarti kecil peluang datang dari pelaku-pelaku tunggal. Baik yang selama ini sudah berinteraksi secara langsung atau tidak langsung dengan jaringan-jaringan itu, maupun yang sekadar terinspirasi," bebernya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Berdasarkan analisa Khairul, pihak-pihak berpaham ekstremis tersebut ‎menggunakan modus yang tidak berskala besar dalam beberapa waktu belakangan ini. Para ekstrimisme atau teroris tersebut, kata Khairul, justru ‎cenderung terlihat acak, sporadis, dan simultan.

"Teror dilakukan dalam intensitas rendah (low intensity), menggunakan senjata atau perangkat seadanya, namun tetap berkemampuan menyampaikan pesan secara kuat dengan memanfaatkan momentum," ucapnya.

Oleh karenanya, Khairul meminta agar Polri dan lembaga terkait lainnya mewaspadai ancaman teror jelang nataru. Ia berharap ada pengamanan ekstra ketat di sejumlah rumah ibadah serta terhadap personel Polri.

"Sasarannya tetap memprioritaskan aset dan personel Polri, area publik maupun rumah ibadah," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini