nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemnaker Ajak Masyarakat Produktif dengan Gunakan Alat, Teknologi serta Metodologi

Minggu 15 Desember 2019 09:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 15 337 2142087 kemnaker-ajak-masyarakat-produktif-dengan-gunakan-alat-teknologi-serta-metodologi-zzLmpmi9Iu.jpg Foto: Kemnaker RI

JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemanker) melalui Direktorat Bina Produktivitas Ditjen Binalattas, mengajak masyarakat khususnya yang berusia muda, untuk produktif. Alasannya, produktivitas merupakan faktor yang memberikan kontribusi paling besar (sekitar 70 persen) terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan produktivitas saat ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan alat, teknologi, dan metodologi.

Dilansir dari video kampanye produktivitas bikinan Kemnaker di Youtube, produktivitas sejatinya memiliki banyak makna tergantung dari sudut padat orang yang milihatnya. Sebagai contoh, konsumen menganggap bahwa produktivitas berarti bisa mendapatkan barang berkualitas baik dengan harga murah. Sedangkan eksekutif perusahaan menilai, produktivitas adalah nilai tambah kotor dikurangi deprisiasi dari input yang digunakan dalam proses produksi.

Beda lagi makna produktivitas bagi seorang pengusaha, yakni produktivitas berarti biaya produksi berkurang namun keuntungan meningkat. Kemudian dari sudut pandang tenaga kerja, produktivitas berarti memperoleh upah yang lebih tinggi, manfaat yang lebih tinggi, dan lingkungan kerja yang lebih baik.

Pengertian produktivitas dari berbagai perspektif tersebut akhirnya dapat disumpulkan dalam tiga definisi. Pertama, definisi filosifis bahwa produktivitas adalah sikap mental yang selalu memandang bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Kedua, definisi dari sisi ekonomis nilai tambah, bahwa produktivitas adalah kemampuan agar perolehan hasil yang dicapai (output) sebesar-besarnya, dengan sumber daya yang digunakan (input) sekecil-kecilnya. Sedangkan ketiga dari definisi teknis-matematis dapat diartikan bahwa produktivitas merupakan perbandingan antara output hasil yang diperoleh dapat berupa barang atau jasa, dengan input seluruh sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output, seperti man power, mesineri, material dan money.

Ada lima cara meningkatkan produktivitas. Pertama tingkatkan output dengan catatan peningkatan yang terjadi harus lebih besar. Kedua, input tetap namun output yang dihasilkan meningkat. Ketiga, turunkan input dengan catatan turunnya output jauh lebih sedikit. Keempat, turunkan input namun output tetap. Dan terakhir, turunkan input namun output yang dihasilkan bertambah. Dari semua itu, yang paling ideal adalah produktivitas meningkat akibat output bertambah namun input berkurang.

Dahulu, peningkatan produktivitas berarti bekerja lebih cepat, lebih keras dan lebih lama. Dengan bekerja seperti itu, berarti output yang dihasilkan lebih banyak. Akibatnya, kesehatan dan keselamatan kerja terabaikan dan mengabaikan sumberdaya atau input lainnya. Namun saat ini, dengan adanya alat, teknologi, dan metodologi peningkatan produktivitas, membuat seseorang dapat bekerja cerdas bukan lagi bekerja keras. Pada hakikatnya, alat, teknologi, dan metodologi peningkatan produktivitas mempengaruhi cara orang bekerja menjadi lebih efisien, efektif, berwawasan lingkungan, dan menghasilkan produk berkualitas.

Aat, teknik dan metode peningkatan produktivitas dapat diterapkan dengan berbagai fokus area untuk diperbaiki. Perbaikan pada produk dapat menggunakan 5S, 7 Waste, Kaizen, 3R, Supply Chain Management, dan lainnya. Untuk perbaikan proses dapat menggunakan Just In Time, 5S, Six Sigma, Kaizen, Green Productivity dan sebagainya. Sedangkan perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi tenaga kerja, dapat menggunakan Lean Management, kerjsama ditempat kerja, social accuntability, 5S, dan 7 Waste. Kemudian untuk perbaikan yang ditujukan pada keseluruhan bidang produksi serta konsumsi barang dan jasa, dapat menggunakan balance scorecard, business excellent, global agriculture practice, dan lainnya.

Ayo berlomba menjadi produktif dengan pahami kondisi produktivitas saat ini dan target yang ingin dicapai, serta bagaimana mencapai target tersebut. Tingkatkan produktivitas sesuai target yang diinginkan dengan menerapkan alat, teknik dan metode peningkatan produktivitas yang sesuai dengan hasil yang dituju. Dan yang tak kalah penting, pelihara hasil peningkatan produktivitas yang telah dicapai dan terus menerus berupaya untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi.

Video kampanye ajakan untuk produktif dari Kemnaker tersebut sudah ditonton lebih dari 3.000 pengguna akun. (adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini