Ketua MPR: Pola Pikir Intoleran Menyusup ke Pendidikan Dasar hingga Universitas

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 15 Desember 2019 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 15 337 2142086 ketua-mpr-pola-pikir-intoleran-menyusup-ke-pendidikan-dasar-hingga-universitas-4wTfag3l0x.jpg Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)

Namun, generasi orang tua masa kini tidak sepenuhnya menurunkan warisan itu kepada anak-cucu atau orang muda Indonesia masa kini, sehingga mereka menjadi sangat mudah untuk menerima ideologi atau ajaran sistem nilai yang diimpor dari tempat lain.

"Akibatnya memang fatal, karena sebagian orang muda seperti tidak memiliki jiwa kebangsaan Indonesia itu," ujarnya.

Apa yang terlihat sekarang ini adalah gejala lunturnya jiwa kebangsaan Indonesia itu pada sebagian orang muda. Bahkan ada kelompok yang tidak lagi merasa bangga sebagai orang Indonesia. Semua itu layak dilihat sebagai sebuah kerusakan. Dan, sudah barang tentu kerusakan itu harus diperbaiki.

"Sudah ada momentum untuk melakukan perbaikan atas kerusakan itu, karena dalam lima tahun ke depan, pemerintah akan fokus membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Kemendikbud dan Kemenristek pasti fokus mendorong anak didik dan mahasiswa untuk membangun kompetensi. Pilihan ini tidak salah, dan memang sudah seharusnya begitu," jelasnya.

Namun, karena ada kenyataan bahwa sebagian orang muda nyaris kehilangan jati diri ke-Indonesia-annya, kedua kementerian itu diharapkan bisa menyisipkan kurikulum yang menyentuh pembangunan karakter atau jiwa kebangsaan Indonesia.

"Dengan pendekatan sepert itu, pondasi NKRI akan semakin kokoh di masa depan," pungkas Bamsoet.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini