nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Aceh di Jakarta Kenang Tragedi Tsunami dan Gempa Pidie Jaya

Salman Mardira, Jurnalis · Sabtu 14 Desember 2019 23:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 14 337 2142018 warga-aceh-di-jakarta-kenang-tragedi-tsunami-dan-gempa-pidie-jaya-reDcqzGFTM.jpg Seorang ibu menyaksikan pameran yang menampilkan foto-foto tsunami Aceh dan gempa Pidie Jaya di Masjid Raya Palapa Baitussalam, Pasar Minggu, Jaksel, Sabtu (14/12/2019) malam. (Foto : Okezone.com/Salman Mardira)

JAKARTA – Ratusan warga Aceh di Jakarta dan sekitarnya mengenang 15 tahun tsunami melanda Bumi Serambi Makkah dan tiga tahun gempa Pidie Jaya dengan doa bersama serta zikir akbar. Acara berlangsung di Masjid Raya Palapa Baitussalam, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (14/12/2019) malam.

Doa dan zikir yang berlangsung selepas salat Isya berjamaah dipimpin Syeh Zamhuri Ramli Al-Hafidz, Imam Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Acara dihadiri tokoh dan masyarakat Aceh dari berbagai kalangan, serta perwakilan warga Aceh di luar negeri seperti Malaysia dan Belanda.

Sebelum zikir, acara dimulai dengan pembacaan Alquran kemudian salawat kepada Nabi Muhammad dipimpin qari asal Aceh, Takdir Feriza Hasan yang pernah juara MTQ Internasional di Turki serta Iswandi, pemenang MTQ Internasional di Brunei Darussalam.

Ketua panitia, Rizani, mengatakan kegiatan tersebut digelar Forum Persaudaraan Masyarakat Aceh Jabodetabek untuk mengenang sekaligus merefleksi musibah tsunami yang menyapu pesisir Aceh pada 26 Desember 2004 dan gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireun pada 7 Desember 2016.

Warga Aceh di Jakarta gelar doa dan zikir kenang 15 tahun tsunami dan 3 tahun gempa Pidie Jaya di Masjid Raya Palapa Baitussalam, Pasar Minggu, Jaksel, Sabtu (14/12/2019) malam. (Foto : Okezone.com/Salman Mardira)

"Kita mengirimkan doa kepada saudara-saudara kita yang jadi korban," katanya.

Selain doa dan zikir akbar, kenduri ala pengungsi tsunami, pemutaran film tsunami, penampilan rapa'i-seurunee kalee, tari ratoh jaroe, serta pameran foto-foto tsunami Aceh dan gempa Pidie Jaya.

Panitia acara, Agam Ilyas, mengatakan foto-foto tsunami dan gempa yang ditampilkan merupakan hasil bidikan jurnalis foto di Aceh yang ikut menyaksikan musibah tersebut. Foto-foto yang menggambarkan kedahsyatan bencana tersebut sebagian besar sudah tayang di media, baik lokal, nasional, bahkan internasional hingga menggugah hati warga dunia untuk membantu Aceh.

"Kita sengaja menampilkan foto-foto tsunami dan gempa Pidie Jaya, dan membuat kenduri ala pengungsi agar orang-orang yang datang bisa mengenang, merasakan apa yang pernah terjadi di Aceh," kata Agam.

Tsunami yang menyapu pesisir Aceh 15 tahun silam menelan 200 ribu lebih korban jiwa, salah satu bencana terbesar dalam sejarah dunia. Gelombang pembunuh menghancurkan pesisir Aceh sepanjang 800 kilometer, jika ditarik garis lurus panjangnya hampir setara dari Kota Jakarta hingga Surabaya.

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias mencatat, 120 ribu rumah penduduk di Aceh hancur total. Sebanyak 600 ribu warga Aceh dan Nias kehilangan tempat tinggal. Jalan sepanjang 1.617 km, 260 jembatan, dan 690 rumah sakit rusak berat.

Baca Juga : Literasi Bencana di Indonesia Sangat Buruk

Sementara gempa dengan magnitudo 6,5 berpusat di Pidie Jaya, pada 7 Desember 2016 mengakibatkan 104 orang meninggal dunia, 857 luka-luka dan lebih 45 ribu orang mengungsi. Hampir 12 ribu rumah di Pidie Jaya, Pidie, dan Bireun rusak.

Baca Juga : 14 Tahun Menanti, Taufik Akhirnya Temukan Jenazah Istri yang Jadi Korban Tsunami Aceh

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini