DKPP Sebut Pemilu di Indonesia Masih Jauh dari Harapan

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 14 Desember 2019 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 14 337 2141999 dkpp-sebut-pemilu-di-indonesia-masih-jauh-dari-harapan-5yjoGlLLaw.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) menyatakan profesionalitas penyelenggara Pemilu dianggap masih rendah.

Ketua DKPP, Harjono mengatakan rendahnya profesionalitas mempenggaruhi mutu demokrasi tidak memuaskan, hal ini diperlukan suatu kajian untuk memperbaiki mutu.

"Jelas (DKPP akan memberikan masukan ketika ada revisi UU kepemiluan) dan tentu kita akan melakukan kajian mendalam terlebih dahulu dari perkara-perkara yang telah kita tangani secara mendalam serta tidak akan reaktif. Pasalnya kita kerap membuat UU itu reaktif, ketika ada kejadian A lalu kita terapkan B tanpa menimbang resiko," katanya di Hotel Mercure Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (14/12/2019).

Ilustrasi

Rendahnya profesionalitas dan kualitas pemilu masih sangat jauh dari harapan, DKPP masih menemukan persoalan masih menyangkut kode etik penyelenggara pemilu.

"Namun data-data yang dimiliki DKPP sudah menggambarkan bahwa kualitss pemilu kita ada kelemahan dalam profesionalitas yang artinya di penyelenggaranya. Maka harus ada peningkatan pengetahuan dan kualitas mereka," ucapnya.

Kemudian, rendahnya profesionalitas dan kualitas pemilu dapat dilihat juga dari profesionalitas panitia seleksi (Pansel) anggota KPU dan Bawaslu tingkat I dan II juga masih minim.

"Rekrutmen kan dilakukan oleh Pansel dan diputuskan oleh KPU dan Bawaslu RI namun ditingkat Pansel ini lah yang kerap muncul keputusan di luar kewenangannya. Maka proses ini perlu peninjauan kembali," tegasnya.

"Persoalan-persoalan ini juga dirasakan oleh KPU dan Bawaslu RI sehingga menjadi permasalahan bersama perlu dicarikan solusinya secara bersama-sama dan nantinya bisa disikapi oleh pembuat UU," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini