nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Deretan Kasus Pembunuhan Sadis Sepanjang 2019

Debrinata Rizky, Jurnalis · Sabtu 14 Desember 2019 08:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 14 337 2141822 7-deretan-kasus-pembunuhan-sadis-sepanjang-2019-JIcnSh1tzd.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Baru-baru ini seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bengkulu (Unib), Wina Mardiani (20) ditemukan terkubur dengan kondisi kepala terbungkus karung dengan tangan dan kaki terikat di halaman belakang kosnya, pada Minggu 8 Desember 2019. Penemuan jasad gadis itu diketahui setelah ia menghilang selama 5 hari sejak Rabu, 4 Desember 2019.

Selain kasus pembunuhan Wina, Okezone mencoba merangkum kasus pembunuhan sadis dari berbagai sumber sepanjang 2019:

1. Tewasnya satu keluarga di Bengkulu

Satu keluarga ditemukan tewas bersimbah darah di Simpang Suban Air Panas, Kelurahan Talang Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu pada Sabtu 12 Januari 2019. Para korban diketahui bernama Hasnatul Laili (35), bersama dua orang anaknya, Melan Miranda (16) dan Cika Ramadani (10).

 Baca juga: Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Bengkulu

Ketiga jenazah itu pertama kali ditemukan oleh kakak korban Jumadi (40), saat akan mengantar pisang ke rumah korban sekira pukul 17.30 WIB. Jasad para korban itu ditemukan sudah dalam keadaan berlumuran darah dan ditutupi kain di kamar belakang rumah.

Dalam kasus itu, polisi menyita beberapa barang bukti seperti satu balok kayu yang diduga dijadikan pelaku untuk menghabisi nyawa korban hingga tewas. Tak lama kemudian polisi berhasil menangkap pelaku bernama Jamhari Muslim (33), yang tak lain adalah mantan suami korban, Hasnatul Laili, pada Senin 14 Januari 2019, sekira pukul 04.40 WIB.

 Pembunuhan

2. Guru honorer korban mutilasi di dalam koper

 

Warga Karanggondang, Udanawu, kabupaten Blitar dihebohkan dengan penemuan mayat lelaki dalam koper pada Rabu 3 Maret 2019 dalam kondisi tanpa kepala. Korban diketahui bernama Budi Hartanto (28) yang berprofesi sebagai guru.

Jasad korban ditemukan mengenaskan dengan kondisi tanpa busana dan tanpa kepala, yang ditekuk dimasukkan ke dalam koper warna hitam di bawah jembatan Karanggondang, Blitar.

 Baca juga: Polisi Cari Kepala Mayat dalam Koper di Blitar dan Dalami Motif Cinta Sejenis

Polisi menyebutkan kasus pembunuhan tersebut diduga mengarah pada perencanaan. Selain itu, penyidik juga menduga korban sempat melawan ketika akan dibunuh. Ini dilihat dari luka pada lengan korban. Di mana korban sempat menangkis senjata tajam, sebelum akhirnya sajam mengenai pada bagian tubuh yang mematikan, yakni leher.

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap dua orang pelaku yakni masing-masing berinisial AP dan AJ, warga Kediri. Kedua pelaku ditangkap di tempat berbeda. AP ditangkap di Jakarta, sedangkan AJ di Kediri.

3. Pembunuhan di Pasar Besar Malang

 

Sugeng Angga Santoso ditetapkan sebagai tersangka mutilasi seorang wanita tanpa identitas di Pasar Besar, Kota Malang.


Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Sugeng Mutilasi dan Buang Potongan Tubuh Korban di Malang

Mulanya Sugeng pertama kali bertemu dengan korban pada 7 Mei 2019. Saat itu korban minta uang kepada Sugeng. Tetapi, Sugeng tidak memiliki uang. Lalu Sugeng memberi makan korban dan mengajaknya ke parkiran Pasar Besar atau lokasi penemuan mayat. Sugeng pun mengajak korban untuk berhubungan intim.

Saat korban pingsan, Sugeng menulis tato di dua telapak kaki korban menggunakan jarum sepatu. Saat itu korban dalam keadaan hidup. Sugeng kembali ke lokasi pada 8 Mei 2019 pada pukul 01.30 WIB dini hari.

Saat korban tertidur, Sugeng memotong leher korban menggunakan gunting. Kemudian tersangka membawa tubuh korban ke toilet dan memutilasi tangan dan kaki korban. Tubuh korban dimasukkan ke dalam karung, dan ditaruh di dalam toilet.

4. Istri sewa 4 pembunuh habisi nyawa suami dan anak tirinya

 

 

Edi Chandra Purnama (54) dan putranya M Adi Pradana atau Dana (23), ditemukan tewas terpanggang dalam mobil di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Keduanya dibunuh oleh empat eksekutor alias pembunuh bayaran yang disewa AK istri Edi Chandra sekaligus ibu tiri Dana. Kejahatan itu dibantu KV yang merupakan anak kandungnya.


Baca juga: Pembunuhan di Sukabumi, Istri Sewa 4 Eksekutor Habisi Nyawa Suami dan Anak Tirinya

AK memulai aksinya dengan membeli obat tidur 30 butir, sarung tangan dan alkohol di apotek pada 23 Agustus 2019 dan merencanakan aksinya bersama keempat eksekutor di parkiran Kalibata City. Tidak lama kemudian pukul 19.30 WIB AK tiba di kediaman Edi dan langsung mencampurkan obat tidur ke minuman Edi dan Dana.

Sang eksekutor kemudian melancarkan aksinya dengan membasahi handuk yang diberikan AK menggunakan alkohol dan membekap Edi dan Dana hingga meninggal dunia. Hal itu dilatarbelakangi adanya permasalahan rumah tangga dan utang piutang.

 

5. Tiga pelaku perkosa gadis Baduy dalam kondisi tewas

 

 

Gadis baduy luar, berinisial SW (13) menjadi korban pembunuhan dan pemerkosan yang dilakukan tiga orang remaja, masing-masing berinsial AMS (20), AR (15), dan F (16), di Karakhal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jumat 30 Agustus 2019.

 Baca juga: Sebelum Dibunuh dan Diperkosa, Gadis Baduy Sempat Foto Wajah Pelaku

Berdasarkan pengakuan AMS, ia mengaku mendatangi gubug korban di Kampung Kaduhelang. Namun, karena korban berteriak dan meronta akhirnya pelaku menghabisi nyawa korbannya agar tidak diketahui warga.

Dalam kondisi tersebut, pelaku juga langsung membacok korban di bagian leher. Setelah tewas, korban lalu diperkosa para pelaku secara bergilir.

 

 

 

6. Pembunuhan sadis 2 Agen Sapi di Lampung

 

Dua orang agen sapi di Lampung Tengah, Sukirno (35) dan Sodik (35) dibunuh oleh rekannya yang diketahui bernamaMulyadi (45), dengan cara memberikan racun ke dalam minuman kedua korban.

 Baca juga: Pembunuhan Sadis 2 Agen Sapi di Lampung Terungkap, Pemicunya Gara-Gara Utang Rp5 Juta

Pelaku nekat merencanakan pembunuhan lantaran Sukirno memiliki utang sebesar Rp5 juta yang tidak kunjung dibayar dari dua tahun lalu. Kejadian itu bermula saat pelaku meminta Sukirno menjualkan sapi miliknya seharga Rp30 juta, namun Sukirno hanya memberikan Rp25 juta ke pelaku.

Lantaran tak mendapat kejelasan kapan sisa uang tersebut dikembalikan, Mulyadi menjalankan rencana pembunuhan yang telah ia rancang. Pelaku membeli 10 bungkus racun serangga dan mencampurkannya ke minuman korban. Setelah kedua korban keracunan, pelaku selanjutnya memukul keduanya dengan besi hingga tewas.

Kedua jasad korban dibuang ke tepi Sungai Way Seputih. Jenazah Sukirno ditenggelamkan di dasar sungai sementara jenazah Sodik dikubur pelaku dengan lumpur. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

 

7. Kasus pembunuhan mahasiswi cantik Universitas Bengkulu

 

 

Seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bengkulu (Unib), Wina Mardiani (20) ditemukan terkubur dengan kondisi kepala terbungkus karung dengan tangan dan kaki terikat di halaman belakang kosnya, pada Minggu 8 Desember 2019 sekira pukul 17.06 WIB.

 Baca juga: Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Bengkulu Diduga Dilatarbelakangi Dendam

Berdasarkan hasil autopsi yag dilakukan tim Forensik Mabes Polri dan Polda Sumatera Selatan pada Senin 9 Desember 2019 kondisi korban lidah patah dengan posisi menjulur dan tergigit.

Sebelumnya tewas, Wina sempat dinyatakan hilang selama lima hari sejak Rabu, 4 Desember 2019. Keluarga dan teman korban sudah mencari keberadaan Wina, namun tak membuahkan hasil.

Ada kejanggalan dari peristiwa kematian Wina, bersamaan saat menghilangnya penjaga kos dan istrinya disaat pencarian Wina berlangsung. Sebelum jenazah Wina ditemukan di belakang indekos, istri penjaga kos mendadak pulang kampung sekira pukul 16.00 WIB. Istri penjaga indekos beralasan pulang kampung lantaran ibunya sedang kritis di rumah sakit. Sedangkan sang suami sudah meninggalkan indekos sejak Sabtu, 7 Desember 2019.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini