nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkot Bekasi Ingin Berdayakan Pengamen Tunanetra, Caranya Masih Dipikir

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu 14 Desember 2019 12:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 13 337 2141763 pemkot-bekasi-ingin-berdayakan-pengamen-tunanetra-caranya-masih-dipikir-aprDgtpayt.jpg ilustrasi pengemen tunanetra (Foto: Okezone/Fakhri)

BEKASI - Bagi penyandang disabilitas, kekurangan fisik yang dimiliki kerap menjadi hambatan untuk mendapatkan fasilitas hidup layaknya orang normal. Mulai dari pendidikan, menikmati sarana prasarana umum hingga mendapatkan pekerjaan, kaum disabilitas seringkali mengalami kesulitan.

Karena hal-hal tersebut, tak heran banyak penyandang disabilitas yang minim pendidikan, hingga membuat mereka tak bisa memperoleh pekerjaan sebagaimana yang diharapkan. Sebut saja kaum tunanetra, yang karena keterbatasan pendidikan, banyak diantaranya yang akhirnya memilih berprofesi sebagai tukang pijat ataupun pengamen.

Keberadaan kaum tunanetra yang mengamen di jalan-jalan besar, sebenarnya sudah jadi pemandangan umum. Kebanyakan dari mereka didampingi seseorang ketika mengamen, meski ada pula yang memilih beroperasi sendiri. Kekurangan fisik para pengamen tunanetra ini pun kerap menjadi senjata ampuh untuk lebih banyak menghasilkan uang, ketimbang pengamen pada umumnya.

Lipsus Pengamen Tunanetra (Foto: Okezone)

Sebagai salah satu daerah penyangga ibukota, Kota Bekasi tak luput dari incaran pengamen tunanetra untuk mengais rezeki, meski kini keberadaannya sudah sangat jarang ditemui karena upaya penertiban. Pun demikian, Pemkot Bekasi mengaku terus berupaya memberikan pembinaan dan hak-hak mereka sebagai warga negara.

"Dalam situasi seperti ini saya berusaha untuk selalu kondusif di Bekasi mengenai tunanetra. Berusaha untuk membina mereka dalam berbagai keadaan, karena mereka juga warga Indonesia yang harus dilindungi," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi, Ahmad Yani saat diwawancarai Okezone, Jum'at (13/12/2019).

Jumlah pengamen tunanetra sendiri diakui Ahmad tidak terlampau banyak beroperasi di kota Patriot tersebut. Hanya saja kekurangan fisik mereka tetap menimbulkan kekhawatiran masyarakat soal kemungkinan resiko kecelakaan. Hal ini pula yang menjadi segelintir keluhan bagi pengendara yang melintas.

"Keberadaan mereka tidak terlalu crowded (ramai) dalam aktifitasnya, hanya tingkat kerawanan kendaraan bila lalu lalang membahayakan. Kalau keluhan sih tergantung cara pandang menyikapinya. Mereka mahluk Tuhan sama seperti kita, hanya sisi lain kekurangan dan kelebihannya yang perlu diperhatikan," jelasnya.

Ahmad juga menegaskan tentang upaya Pemkot Bekasi untuk memberdayakan para penyandang tunanetra tersebut, agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak dari profesi selain mengamen.

"Pasti ada, ini jalannya sedang dipikir oleh para pemikir. Ini lintas pemerintah, sabar adalah kuncinya. Upaya Pemkot perlu dipercepat dalam hal ini, karena menyangkut perut dan kehidupan masa depannya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini